Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan, Fenomena Apa Ini Sampai Ribuan Ikan Mati di Pantai Ternate

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, Fenomena Apa Ini Sampai Ribuan Ikan Mati di Pantai Ternate Doc: ANTARA/Abdul Fatah
Ket. Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Ternate, Syarif Tjan, Senin (11/9/2023).

Ternate - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) menjelaskan terkait fenomena ribuan ikan berbagai jenis mati di Pantai Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate pada Minggu (10/9/2023).

Kepala DLH Kota Ternate Tonny S. Pontoh melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Ternate, Syarif Tjan saat ditemui, Senin, mengatakan, setelah mendengar informasi dari masyarakat adanya ikan yang mati di perairan Sasa pihaknya langsung merespon turun ke lokasi.

Syarif memaparkan ada tiga dugaan yang membuat fenomena ribuan ikan mendadak mati di Pantai Sasa.

Pertama, biasanya ikan mati diakibatkan banyaknya ikan mengkonsumsilimbah organik ketika sudah banyak dikonsumsi maka terjadi peledakan plankton.

"Pertama kami masih menduga-duga ini adalah surplus animo organik di pesisir pantai mengakibatkan terjadi peledakan plankton. Jadi limbah organik ini bagus untuk makan ikan tapi jika sudah banyak sekali dan melebihi daya dukung perairan maka dia akan menimbulkan peledakan plankton," katanya.

Selain itu, pada saat planktonbanyak mengambil oksigen sehingga produksi oksigen terjadi di perairan itu sehingga ikan itu mengalami kesulitan bernafas. Itu praduga pertama.

Sementara praduga kedua, menurut Syarif fenomena tersebut terjadibiasanya akibat perubahan temperatur perairan dari pemanasan global.

"Praduga kedua, adanya perubahan temperatur perairan akibat dari pemanasan global sehingga ikan tidak mampu beradaptasi," tambahnya.

Kemudian praduga ke 3 yakni masuknya unsur lain ke dalam habitat ikan dan praduga ini yang kini di selidiki oleh DLH Ternate.

"Yang ketiga, masuknya unsur lain ke dalam habitat ikan itu, itu yang kami lagi cari. Jadi iyamemang ada pencemaran untuk sumber pencemarnya dari mana dia berasal ? nah itu yang di laboratorium parameter kualitas air," jelasnya.

Syarif melanjutkan DLH Kota Ternate telah mengambil sampel di 2 titik di perairan Pantai Sasa dan telah dikirim ke Manado, Sulawesi Utara untuk diuji laboratorium.

"Jadi yang kami ambil kemarin itu di dua titik di lokasi sebelah utara dan sebelah selatan dan sudah kita kirim ke Manado ke Wilen mungkin 10 hari baru ada hasilnya baru kita sampaikan ke publik," jelasnya.

Menurutnya jika peristiwa ini merupakan tumpahan limbah organik maka bakal di cari sumber asalnya.

"Memang disana ada 2 pabrik tahu yang memiliki potensi mencemari lingkungan di situ mereka sudah punya instalasi pengolahan air limbah cuma nanti kita lihat apakah mereka olah instalasi itu secara maksimal atau tidak maksimal nanti kita lakukan pendampingan"

"Ini kita cari solusi yang terbaik pak wali Kota itu sudah memerintahkan kita untuk merespon secepatnya kejadian yang dianggap luar biasa ini," tandasnya.

Syarif juga bilang fenomena ini merupakan yang baru pertama kali terjadi dan DLH Ternate bakal mencari tahu penyebabnya.

"Intinya kami ingin kejadian semacam ini tak terulang lagi dengan melakukan langkah - langkah upaya pengelolaan lingkungan sesuai dengan hasil dari uji laboratorium dan pastinya kita tunggu hasil dari laboratorium"

"imbauan saya kepada masyarakat kalau buang sampah itu pada tempatnya dan jangan di buang ke kali mati, karena bisa menjadi limbah organik yang sangat berbahaya karena dia bisa menghasilkan neptang dan potensial untuk gas rumah kaca," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

59 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.