Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemarau, 200 Hektare Tanaman Padi di Babel Terancam Gagal Panen

📅 Selasa, 12 Sep 2023, 13:58 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemarau, 200 Hektare Tanaman Padi di Babel Terancam Gagal Panen Doc: antarafoto
Ket. Musim kemarau di Babel

PANGKALPINANG - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Edi Romdoni mengungkapkan sedikitnya sekitar 200 hektare tanaman padi terancam gagal panen akibat keterbatasan air selama musim kemarau.

"Jika sampai Oktober tahun ini tidak ada hujan, maka dapat dipastikan 200 hektare padi sawah akan gagal panen," kita Edi Romdoni di Pangkalpinang, Selasa (12/9).

Dalam mengurangi potensi gagal panen padi, kata dia, petani secara manual mencari air untuk menyirami tanaman padi mereka. Para petani ini menggunakan jerigen untuk menyirami padi secara manual.

"Mudah-mudahan bulan ini akan ada hujan, apalagi beberapa hari terakhir sudah mulai ada hujan rintik-rintik," ujarnya.

Dalam mengatasi gagal panen ini, kata dia, Pemprov Kepulauan Babel juga sedang mengupayakan bantuan air untuk lahan pertanian yang mengalami kekeringan sebagai dampak perubahan iklim dan fenomena El Nino.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah daerah, khususnya Pemkab Bangka Selatan, juga sedang berupaya membuat hujan buatan, tetapi upaya tersebut membutuhkan dana yang besar.

"Kalau uang kita banyak, bisa buat hujan buatan. Tapi uangnya siapa? Kalau tidak punya, kita ya berharap mudah-mudahan ada hujan lebat sampai Oktober," katanya.

Sejauh ini, menurut dia, belum ada lahan padi yang gagal panen di Provinsi Kepulauan Babel. "Terdampak artinya yaitu baru kekhawatiran, belum mati, dan masih ada sumber air. Tapi kekhawatiran itu kalau nanti diperkirakan sebulan kemudian tidak ada hujan sama sekali, kemungkinan akan gagal. Tapi sekarang belum," ujarnya.

Ia mengharapkan sampai Oktober nanti akan segera turun hujan dan tidak ada sawah di Kepulauan Babel yang sampai mati kekeringan.

"Saya terus berkoordinasi dengan teman-teman di lapangan. Sampai dengan saat ini laporannya belum ada sawah yang sampai mati kekeringan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.