Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Filipina Kecam Aksi Kapal Tiongkok

📅 Sabtu, 09 Sep 2023, 02:59 WIB | Oleh: Tim Penulis
Filipina Kecam Aksi Kapal Tiongkok Doc: AFP/Ted ALJIBE
Ket. Tindakan Ilegal | Kapal Penjaga Pantai Filipina, BRP Cabra, sedang mengawal kapal pemasok sipil (tengah) ketika dihadang oleh kapal Penjaga Pantai Tiongkok di LTs pada 22 Agustus lalu. Pada Jumat (8/9), Manila mengutuk tindakan ilegal yang dilakukan kapal-kapal Tiongkok setelah kapal-kapal tersebut diduga telah mengganggu misi pengiriman pasokan ke pos militer terpencil di LTS.

MANILA - Filipina pada Jumat (8/9) mengutuk tindakan ilegal yang dilakukan kapal-kapal Tiongkok setelah kapal-kapal tersebut diduga telah mengganggu misi pengiriman pasokan ke pos militer terpencil di Laut Tiongkok Selatan (LTS) yang disengketakan.

Satuan Tugas Nasional untuk Laut Filipina Barat, yang mencakup lembaga-lembaga penting pemerintah Filipina, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan dan mengutuk tindakan ilegal, agresif, dan mengganggu stabilitas yang dilakukan kapal penjaga pantai dan kapal milisi Tiongkok di perairan tersebut.

Pada Jumat pagi, Penjaga Pantai Filipina mengawal kapal pasokan ke Second Thomas Shoal, yang juga dikenal sebagai Ayungin Shoal, di Kepulauan Spratly, tempat sejumlah tentara ditempatkan di sebuah kapal angkatan laut yang sengaja dikandaskan, kata gugus tugas tersebut.

Meskipun misi tersebut berhasil, gugus tugas tersebut mengatakan bahwa mereka mendapat informasi bahwa kapal-kapal Penjaga Pantai Tiongkok dan kapal milisi maritim Tiongkok telah melakukan pelecehan, manuver berbahaya, dan perilaku agresif terhadap kapal-kapal Filipina.

Tiongkok mengklaim hampir seluruh jalur perairan tersebut, yang menjadi jalur perdagangan senilai triliunan dollar setiap tahunnya, dan telah mengabaikan keputusan internasional yang menyatakan bahwa pernyataan mereka tidak memiliki dasar hukum.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Penjaga Pantai Tiongkok menuduh kapal-kapal Filipina memasuki perairan sekitar terumbu karang tanpa mendapat izin dari pemerintah Tiongkok.

"Penjaga Pantai Tiongkok mengeluarkan peringatan keras, mengikuti seluruh jalur mereka, dan secara efektif mengatur kapal-kapal Filipina sesuai dengan hukum," kata juru bicara tersebut.

Second Thomas Shoal berjarak sekitar 200 kilometer dari Pulau Palawan di Filipina barat, dan lebih dari 1.000 kilometer dari daratan besar terdekat Tiongkok yaitu Pulau Hainan.

Misi pasokan tersebut dilakukan sehari setelah Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan pada KTT Asia Timur yang dihadiri 18 negara di Indonesia untuk menentang penggunaan kapal penjaga pantai dan milisi maritim di LTS.

Presiden Marcos Jr mengatakan pada pertemuan tersebut, yang turut dihadiri oleh Tiongkok, bahwa Manila prihatin dengan pemasangan fasilitas militer di wilayah yang direklamasi seperti pulau buatan dan terumbu karang, serta pelanggaran hukum internasional.

"Kami prihatin atas tindakan konsisten yang melanggar kewajiban berdasarkan hukum internasional," kata Presiden Marcos Jr, menurut transkrip pernyataannya yang dirilis istana presiden. "Kita harus menentang penggunaan kapal penjaga pantai dan kapal milisi maritim yang berbahaya di LTS."

Kerahkan Armada

Tiongkok diketahui telah mengerahkan ratusan armada kapal untuk berpatroli di LTS dan kapal-kapal itu kerap bergerombol di terumbu karang. Kapal penjaga pantai dan angkatan laut Tiongkok pun dilaporkan secara rutin memblokir atau membayangi kapal-kapal Filipina di perairan yang diperebutkan, kata Manila.

Filipina, sekutu lama AS, memiliki pos terdepan di sembilan terumbu karang dan pulau di Spratly, termasuk Second Thomas Shoal. Angkatan Laut Filipina sengaja mengkandaskan kapal perang era Perang Dunia II, BRP Sierra Madre, di perairan dangkal tersebut pada tahun 1999 untuk menghambat klaim Tiongkok di perairan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

16 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

1.5 jam yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.