Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ciptakan Kerja Sama Mutualisme Asean-Tiongkok

📅 Jumat, 08 Sep 2023, 11:13 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ciptakan Kerja Sama Mutualisme Asean-Tiongkok Doc: BIRO PERS SETPRES

JAKARTA - Peta investasi dan perdagangan global diperkirakan bakal bergeser dari dominasi sejumlah negara maju, seperti sebagian negara Eropa, Jepang, dan Amerika Serikat (AS) ke Tiongkok sebagai negara kekuatan ekonomi baru alias emerging market. Karena itu, Asean perlu memperkuat bargaining position dengan negara investor, mengingat kawasan Asia Tenggara mempunyai potensi ekonomi sangat besar.

Pengamat Ekonomi Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan dalam hal ekonomi, kerja sama Asean-Tiongkok terjadi pada bidang investasi dan perdagangan. "Tiongkok sebagai negara yang memiliki modal yang semakin lama semakin besar, akan dapat menggantikan investasi Jepang, Eropa, Amerika yang lebih dulu memiliki investasi di Asean," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/9).

Dalam hal perdagangan, lanjutnya, negara anggota Asean banyak mengimpor bahan baku dari Tiongkok, kemudian mengekspor barang jadi ke Tiongkok. Namun, tidak sedikit juga mengimpor barang jadi dari Tiongkok.

"Kerja sama ekonomi dan hubungan dagang yang baik dan saling menguntungkan harus dapat terjadi antara Tiongkok dan Asean. Stabilitas dan perdamaian kawasan Asean terwujud dengan catatan tidak ada persaingan sengit yang tidak sehat dan tidak ada perdagangan ilegal," ungkap Eugenia.

Senada, Peneliti Ekonomi Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Nailul Huda menilai kerja sama Indonesia dengan Tiongkok selama ini masih banyak menguntungkan Beijing. Dia mencontohkan hilirisasi nikel masih timpang keuntungannya, lebih banyak ke Tiongkok.

"Sumber daya alam Indonesia banyak diambil untuk keuntungan Tiongkok. Makanya saya rasa perlu penyetaraan antara Asean dan Tiongkok dalam kerjasama, baik investasi maupun perdagangan luar negeri," tegas Huda pada Koran Jakarta, kemarin.

Dirinya merespons pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-43 Asean, Rabu (6/9) terkait hubungan Asean-Tiongkok. Negara negara Asean lanjut Huda harus meningkatkan bergaining-nya di hadapan Tiongkok.

"Caranya bagaimana? Yah dengan memotong insentif pajak, tekan penggunaan tenaga kerja Tiongkok," tandas Huda.

Mitra Dialog

Seperti diketahui, Presiden Jokowi memimpin KTT ke-26 Asean-Tiongkok di Jakarta, Rabu (6/9). Dalam pidato pembukanya, Presiden Jokowi mengatakan Tiongkok salah satu mitra dialog Asean yang memiliki status mitra strategis komprehensif.

Tiongkok merupakan mitra dagang terbesar bagi Asean sejak 2009 dan sumber investasi asing terbesar keempat di antara mitra-mitra dialog Asean. Pada 2022, total perdagangan barang antara Asean dan Tiongkok meningkat 7,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi 722 miliar dollar AS atau setara 11.066 triliun rupiah (kurs saat ini 15.326,99 rupiah/dollar AS).

Pada 2022, total nilai produk domestik bruto (PDB) Asean tercatat 3,6 triliun dollar AS atau sekitar 54. 907 triliun rupiah.

Lebih lanjut, Jokowi mengatakan tahun ini juga merupakan 20 tahun aksesi Tiongkok terhadap Treaty of Amity and Cooperation (TAC). Presiden Jokowi pun mendorong semua pihak dapat memaknai hal tersebut dengan merealisasikan kerja sama konkret yang saling menguntungkan.

Menurut Jokowi, hal tersebut hanya bisa dilakukan jika semua pihak membangun dan memilihara kepercayaan satu sama lain. Salah satu caranya adalah dengan menghormati hukum internasional. "Trust dan kerja sama konkret inilah yang dapat menjadi positive force bagi stabilitas dan perdamaian kawasan," imbuhnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.