Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pelabuhan Herodes, Bangunan Ajaib Kekaisaran Roma di Mesir

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Pelabuhan Herodes, Bangunan Ajaib Kekaisaran Roma di Mesir Doc: Wikimedia Commons/ABRAHAM GRAICER

Kekaisaran Roma berhasil membuat pelabuhan megah di lokasi yang kurang memungkinkan karena gelombang tinggi bernama Pelabuhan Herodes. Pelabuhan ini merupakan sebuah struktur raksasa di air yang sangat menantang.

Pelabuhan Herodes adalah pelabuhan raksasa yang dibangun antara 22 dan 15 sebelum masehi (SM) oleh Herodes Agung, seorang raja klan Roma. Lokasinya berada di pantai Mediterania timur.

Bangunan megah yang kini yang menyisakan reruntuhan ini, merupakan simbol kebesaran Roma. Reruntuhan itu menunjukkan keterampilan dalam membangun struktur di air yang merupakan prestasi teknik dan keajaiban visual di masanya.

Tujuan pembangunan pelabuhan dilatarbelakangi jalan buntu dalam perdagangan. Kekaisaran Parthia berhasil menguasai jalur sutra utara melalui Mesopotamia. Tujuan pembangunan pelabuhan yaitu untuk mencaplok Kota Kaisarea Maritima, bukan untuk menguasai wilayah selatan timur-barat.

Pelabuhan ini juga dibangun untuk menguasai rute melalui Arab dan jalur laut melalui Laut Merah pada khususnya. Lebih jauh lagi, pembangunannya untuk memonopoli perdagangan di Mediterania timur pada umumnya. Lokasi pelabuhan yang strategis bertujuan untuk memperoleh pendapatan dari perdagangan. Arus besar barang-barang dari timur menuju barat ke pantai Mediterania timur dan pergerakan lalu lintas kapal secara umum berlawanan arah jarum jam di Mediterania sehingga menjadikan pelabuhan ini sebagai pintu gerbang ke barat.

Barang-barang dari India akan bergerak ke barat, lalu ke barat laut melalui Laut Arab dan Laut Merah. Barang-barang dari Mesir dan Afrika akan dipindahkan ke utara ke pantai timur Mediterania untuk didistribusikan di sana, kemudian ke barat di seluruh Mediterania.

Pelabuhan tersebut juga menjadi jalur bagi kapal-kapal kosong atau bermuatan yang memutari Mediterania yang bergerak ke utara menuju pantai dari Alexandria, hingga ke Gaza. Pelabuhan ini menerima barang-barang dari Afrika, Arab, India, dan Indonesia. Komoditas yang paling menguntungkan dari wilayah ini adalah lada dan kemenyan.

Herodes dipilih karena tidak ada teluk atau tanjung yang aman dari gelimbang untuk dibangun. Bagi para perancangnya, angin kencang dan gelombang besar yang bergerak dari utara menuju pantai adalah tantangan terbesar.

"Kondisi yang sama terjadi saat ini di wilayah Mediterania ini," tulis Flavius Josephus dan William Whiston dalam bukuThe Antiquities of the Jews & The War of the Jews(2018).

Superstruktur

Seluruh pantai antara Dora dan Yope tidak memiliki tempat berlindung yang baik sehingga setiap orang yang berlayar dari Phoenicia ke Mesir biasa rehat saat terjadi badai di lautan.

Namun, dengan struktur pondasi yang disebut mol, Pelabuhan Herodes pada akhirnya menjadi tempat berlindung yang aman bagi kapal.

Josephus menggambarkan Pelabuhan Herodes sebagai "surga melingkar" yang menampung perairan seluas sekitar 200.000 meter persegi.

Pondasi pelabuhan akan menangani aspek hidrodinamik dan struktur atasnya akan menangani permasalahan militer Roma. Di atas pondasi terdapat bangunan atas berupa menara dan tembok yang dimaksudkan untuk mengusir invasi militer. Kompleks seperti itu akan membuat pelabuhan tampak seperti benteng besar di laut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.