Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laut Indonesia Bisa Terdampak Limbah PLTN Fukushima

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 11:41 WIB | Oleh: Tim Penulis

Namun, proses penyaringan tidak menghilangkan carbon-14 dan tritium (elemen radioaktif dari hidrogen). TEPCO mengklaim konsentrasi tritium dalam limbah akan larut dalam air seiring waktu. Begitu juga dengan konsentrasi carbon-14 dalam tangki.

Walau begitu, meski aman secara teori, tidak ada cukup penelitian yang langsung membuktikan tritium tak berdampak pada organisme laut dan manusia. Terlebih lagi, paparan radioaktif yang larut dalam air laut akan masuk ke sel-sel makhluk hidup sehingga dampaknya sulit diketahui dalam jangka pendek.

Pada bulan lalu, pekerja TEPCO menemukan ikan di perairan sekitar saluran pembuangan PLTN Fukushima terpapar senyawa radioaktif Cesium-137 dengan kadar 180 kali lebih tinggi dari standarnya. Senyawa ini yang dapat masuk ke dalam tubuh makhluk hidup dan berisiko menyebabkan kanker.

Temuan tersebut berlawanan dengan hasil simulasi oleh Raúl Periáñez dan tim peneliti dari Cina dan Spanyol pada 2021. Studi ini memperkirakan konsentrasi Cesium-137 dalam air limbah nuklir PLTN Fukushima tidak akan memiliki dampak lingkungan signifikan dalam sedimen dan biota laut, termasuk ikan.

Kontaminasi Cesium-137 yang diduga berasal dari PLTN Fukushima juga ditemukan dalam dua merek minuman anggur California, Amerika Serikat. Walau begitu, kadar senyawa ini dianggap sangat rendah sehingga tidak berisiko bagi kesehatan.

Nah, kami menduga air limbah nuklir Fukushima berpotensi sampai ke laut Indonesia melalui arus Tsushima. Arus ini mengalir dari pantai barat Jepang ke arah barat yakni Laut Cina Selatan di sepanjang pesisir Thailand, Malaysia, lalu masuk ke Indonesia.

Arus tersebut kemudian bercampur dengan Arlindo (Arus Lintas Indonesia) dari perairan Natuna lalu menyebar ke seluruh Indonesia. Arus inilah yang berisiko menyebarkan dampak limbah tersebut di perairan bahkan pesisir Indonesia.

Air limbah juga terbawa arus ke lautan sebelah timur. Hasil simulasi pada 2019 yang dilakukan Chang Zhao dan tim dari First Institute of Oceanography, Kementerian Sumber Daya Alam Cina, memprediksi pembuangan limbah nuklir yang dilakukan oleh pemerintah Jepang akan mencapai perairan Pasifik Timur dalam waktu sepuluh tahun mendatang.

Selain membawa air laut, arus juga menjadi rute bagi ikan-ikan bermigrasi seperti tuna sirip kuning ataupun biru. Walau begitu, dampak limbah nuklir terhadap makhluk-makhluk ini baru dapat diketahui melalui studi jangka panjang, sekitar 10 atau 20 tahun.

Studi yang terbit pada 2023 oleh tim peneliti dari Tsinghua University Cina (belum melalui proses telaah sejawat)
turut mengatakan dampak pembuangan air limbah PLTN Fukushima berisiko menyebabkan kanker bagi manusia, dan berdampak pada organisme laut terutama ikan hingga ke seluruh dunia.

Butuh studi

Hingga artikel ini ditulis, limbah nuklir PLTN Fukushima sudah terlepas dan masih terus dialirkan ke laut. Kita pun belum bisa memastikan seberapa besar dampaknya bagi ekosistem laut dunia, terutama Indonesia.

Indonesia memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami konsekuensi limbah nuklir terhadap ekosistem laut Indonesia. Kita membutuhkan upaya yang cermat dan hati-hati untuk memastikan seluruh aktivitas terkait nuklir di tingkat global tidak berdampak pada kelestarian ekosistem laut.The Conversation

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam,  Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

Piala AFF 2026: Prediksi Line Up Indonesia vs Vietnam, Herdman Siapkan Formasi Terbaik.

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.