Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Beras di Karawang Alami Kenaikan

📅 Kamis, 07 Sep 2023, 16:39 WIB | Oleh:
Harga Beras di Karawang Alami Kenaikan Doc: ANTARA/M Razi Rahman
Ket. Ilustrasi - Beras

KARAWANG - Harga beras di sejumlah pasar tradisional sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mengalami kenaikan sejak beberapa bulan terakhir.

"Kenaikannya sekitar 8-9 persen," kata seorang pedagang pasar beras di Pasar Baru Karawang, Jajang, di Karawang, Rabu.

Ia menyampaikan, pada awal Agustus 2023, beras medium harganya Rp11.400 per kilogram.

Sebulan berikutnya atau pada awal-awal bulan September, harga beras medium itu naik menjadi Rp12.400 per kilogram.

Kemudian beras premium, sebelumnya atau pada awal-awal Agustus, harganya Rp12.150 per kilogram, naik sebulan kemudian menjadi Rp13.350 per kilogram.

Sejumlah pedagang beras di Pasar Baru Karawang menduga kalau kenaikan harga beras di pasaran itu karena keterbatasan pasokan menyusul terjadinya cuaca ekstrem, sebagai dampak dari El Nino.

"Kemungkinan karena panen padi tidak mencukupi permintaan beras di pasaran, sehingga harganya mengalami kenaikan," kata dia.

Sementara itu, Sub Koordinator Pengendalian Pangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karawang, Wahyu, saat dihubungi di Karawang, mengaku akan berupaya mengatasi kenaikan harga beras di pasaran.

Pihaknyaberkoordinasi dengan Bulog Karawang, berkaitan dengan ketersediaan dan pembelian beras untuk cadangan pangan.

"Kami akan segera berkoordinasi dengan Bulog, untuk mengatasi kenaikan harga beras itu. Apakah perlu operasi pasar beras atau tidak, itu nanti sesuai dengan koordinasi yang kami lakukan," katanya.

Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi, saat kunjungan kerja ke Karawang pada 1 September lalu mengatakan terjadi perlambatan produksi beras di Indonesia pada musim kemarau panjang sebagai dampak dari fenomena El-Nino terhadap sektor pertanian.

"Memang terjadi perlambatan produksi akibat El Nino. Namun dapat teratasi ," kata Wamentan.

Ia menyampaikan, terjadi perlambatan produksi sebanyak 1,2 juta ton beras.

Meski begitu, produksi beras Indonesia masih tetap cukup dengan total 30 juta ton beras per tahun. Sehingga, sampai saat ini ketahanan pangan di Indonesia masih aman.

"Ini mudah-mudahan bisa masyarakat ketahui untuk tidak terlalu mengkhawatirkan," katanya. (KR-MAK)

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
RDPU Komisi III DPR bahas k...
Nasional
MPLS Harus Bebas Praktik Pe...
Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

Ribuan Loker Tersedia di Job Fair Kota Jogja, Catat Jadwalnya!

13 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.