Berpotensi Melemah Lanjutan
📅 Kamis, 07 Sep 2023, 08:34 WIB | Oleh: Muchamad IsmailJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melanjutkan pelemahannya, hari ini (7/9). Pelemahan rupiah bakal didorong sentimen data ekonomi Amerika Serikat (AS).
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan rupiah cenderung melemah terhadap dollar AS sejalan dengan ekspektasi kenaikan indikator sektor jasa AS. Dia memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Kamis (7/9), bergerak di kisaran 15.275-15.375 rupiah per dollar AS.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dalam penutupan perdagangan, Rabu (6/9), ditutup melemah sebesar 25 poin atau 0,16 persen dari penutupan sehari sebelumnya menjadi 15.295 rupiah per dollar AS.
Analis pasar uang dari Bank Woori Saudara BWS Rully Nova menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi global, serta imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan indeks dollar AS yang meningkat.
"(Kekhawatiran tersebut berupa) perlambatan pertumbuhan ekonomi, terutama di zona Eropa dan Tiongkok," ujar Rully Nova di Jakarta, Rabu (6/9).
Sebaiknya Anda baca juga:
Data Purchasing Managers' Index (PMI) Eropa tercatat sebesar 47,9 dengan ekspektasi 48,3. Adapun data PMI sektor jasa Tiongkok pada Agustus 2023 menunjukkan penurunan pertumbuhan menjadi 51,8 dengan ekspektasi 53,6.
Menurut Rully, usaha stimulus Pemerintah Tiongkok masih belum cukup untuk meningkatkan belanja konsumsi domestik masyarakat.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!