Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Russia Akan Perbarui Kesepakatan Laut Hitam jika Tuntutannya Dipenuhi

📅 Rabu, 06 Sep 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Russia Akan Perbarui Kesepakatan Laut Hitam jika Tuntutannya Dipenuhi Doc: ISTIMEWA
Ket. Presiden Russia, Vladimir Putin

SOCHI - Presiden Russia, Vladimir Putin, mengatakan kesepakatan Laut Hitam yang memungkinkan Ukraina mengekspor gandum dengan aman di tengah perang tidak akan terwujud sampai negara-negara Barat memenuhi tuntutan Moskwa atas ekspor pertaniannya sendiri.

Ukraina dan sekutu Baratnya menolak tuntutan Kremlin dan menganggapnya sebagai taktik untuk memajukan kepentingan mereka sendiri.

Pernyataan Putin, Senin (4/9), itu memupus harapan pembicaraannya dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dapat menghidupkan kembali perjanjian yang dianggap penting bagi pasokan pangan global, terutama di Afrika, Timur Tengah, dan Asia.

Dikutip dari Associated Press (AP), Russia pada Juli menolak untuk memperpanjang perjanjian. Russia mengeluh perjanjian paralel yang menjanjikan untuk menghilangkan hambatan terhadap ekspor makanan dan pupuk Russia tidak dipenuhi.

Pembatasan pengiriman dan asuransi menghambat perdagangan pertaniannya meskipun negara tersebut telah mengirimkan gandum dalam jumlah besar sejak tahun lalu.

Putin mengulangi keluhannya pada hari Senin, jika komitmen tersebut dihormati, Russia dapat kembali ke perjanjian tersebut dalam beberapa hari.

Diharapkan Ada Terobosan

Erdogan menyatakan harapannya terobosan bisa segera terjadi. Dia mengatakan Turki dan PBB, yang keduanya menjadi perantara kesepakatan awal, telah menyusun paket proposal baru untuk mengatasi masalah ini.

"Kami yakin akan mencapai solusi yang memenuhi harapan dalam waktu singkat," kata Erdogan pada konferensi pers yang diadakan bersama Putin di resor Sochi, Russia.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, mengecam dan mengatakan permainan Putin dalam perjanjian gandum adalah hal yang sinis.

"Hanya karena Putin, kapal barang tidak memiliki jalur bebas lagi," katanya kepada wartawan di Berlin.

Banyak hal yang terjadi dalam negosiasi. Ukraina dan Russia adalah pemasok utama gandum, jelai, minyak bunga matahari, dan barang-barang lain yang diandalkan oleh negara-negara berkembang.

Data dari Pusat Koordinasi Gabungan di Istanbul, yang mengatur pengiriman berdasarkan kesepakatan tersebut, menunjukkan 57 persen gandum dari Ukraina dikirim ke negara-negara berkembang, dengan tujuan utama adalah Tiongkok.

Harga biji-bijian melonjak setelah Russia menarik diri dari perjanjian tersebut, namun kemudian kembali turun, menunjukkan tidak ada krisis besar di pasar saat ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.