Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Miskin Ekstrem di Jambi Didominasi Buruh Perkebunan

📅 Selasa, 05 Sep 2023, 12:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Masyarakat Miskin Ekstrem di Jambi Didominasi Buruh Perkebunan Doc: ANTARA/Nanang Mairiadi
Ket. Sekdaprov Jambi Sudirman saat diwawancarai beberapa waktu lalu.

JAMBI - Pemerintah provinsi (Pemprov) Jambi terus mengatasi angka kemiskinan ekstrem yang di wilayahnya yang saat ini tercatat 42.411 jiwa dan dominasi para buruh di sektor perkebunan.

"Pemprov Jambi terus mengatasi angka kemiskinan ekstrem tersebut dengan membina dan memberikan modal usaha kepada para buruh," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jambi, Sudirman di Jambi, Selasa (5/9).

Ia mengatakan untuk itu para buruh di sektor perkebunan harus dibekali dengan pelatihan untuk meningkatkan kapasitasnya, modal usaha dan bantuan peralatan sehingga pada 2024 nanti mereka harus keluar dari angka kemiskinan tersebut.

Ribuan masyarakat miskin ekstrem itu tersebar di11 kabupaten dan kota dalam Provinsi Jambi bahkan sudah ada nama dan alamatnya dan di sektor perkebunan.

Faktanya, banyak buruh sawit yang masuk dalam kriteria miskin karena hanya sebagai pekerja dodos buah sawit dan rata-rata tidak memiliki lahan.

"Pemerintah akan memberikan bantuan modal usaha dan peralatan sehingga bisa keluar dari zona itu," kata Sudirman.

Sementara itu, Dinas Perkebunan Provinsi Jambi juga telah merancang program-program untuk meningkatkan kesejahteraan buruh di Provinsi Jambi, antara lain Program Dua Miliar Satu Kecamatan (Dumisake) yang menyasar masyarakat pengelola kebun, diantaranya kebun sawit, pinang dan kebun kelapa berupa sarana dan prasarana.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agusrizal mengatakan program Dumisake yang akan digulirkan tahun ini menyasar ke penduduk miskin ekstrem yang bekerja di sektor perkebunan atau menjadi tenaga kerja buruh lepas dan program ini baru pertama dari Dinas Perkebunan Provinsi Jambi.

"Kami bantu peralatan dan mesin, jadi yang akan kita bantu itu ada kendaraan roda tiga, gerobak sorong, alat panen manual dan elektrik, mesin rumput, sprayer elektrik," katanya.

Masyarakat yang bekerja sebagai pengelola kebun agar membentuk kelompok yang terdiri dari 20 orang satu kelompok dan nanti akan diverifikasi orang-orangnya yang benar-benar penduduk miskin ekstrem yang bekerja menjadi buruh harian lepas di desa, katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

Cuaca Buruk, Kapal Virgo Transport Membawa 243 Orang Hilang Kontak di Laut Jawa, Basarnas Lakukan Operasi Pencarian

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.