Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Menko Airlangga: Perekonomian ASEAN Tunjukkan Kinerja Positif

📅 Senin, 04 Sep 2023, 18:08 WIB | Oleh:
Menko Airlangga: Perekonomian ASEAN Tunjukkan Kinerja Positif Doc: Koran Jakarta / Selocahyo
Ket. Sudah ada tanda-tanda melambatnya kinerja ekonomi negara-negara utama Asean, meningkatnya inflasi pangan, dan berlanjutnya ketidakpastian pasar akibat fragmentasi geopolitik.

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Senin (4/9) mengatakan, perekonomian kawasan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau Association of Southeast Asian Nations (Asean) menunjukkan kinerja positif dalam satu dekade terakhir dengan pertumbuhan rata-rata 4-5 persen. Di dunia, Asean menjadi kawasan dengan tingkat perekonomian terbesar kelima yang juga eksportir terbesar ke-4. Pada 2022, kawasan Asean pun menjadi tujuan foreign direct investment (FDI) terbesar ke-2.
"Saat ini, kawasan kita adalah salah satu dari sedikit titik terang untuk pertumbuhan ekonomi," kata Airlangga, dalam keterangan resmi yang diterima Tim Komunikasi dan Media KTT ke-43 Asean.

Menjelang KTT, terdapat dua acara yang secara khusus menyoroti kolaborasi sektor publik dan swasta di Asean. Pertama adalah Asean Business and Investment Summit 2023 Plenary Session yang mengangkat tema "Aligning Asean's Private Sector Priorities to the Global Agenda". Kedua adalah Asean Business Advisory Council 2023 yang bertema "Asean Centrality: Innovating towards Greater Inclusivity". Keduanya dilaksanakan pada Minggu (3/9).

Airlangga mengatakan bahwa pada pertemuan tersebut, Indonesia menekankan kerja sama Asean bukan hanya upaya sektor publik. Justru kuncinya adalah upaya inklusif dan kolaboratif dari sektor swasta dalam berbagai agenda dan inisiatif Asean.

Perekonomian Asean yang mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 5,7 persen pada 2022 yang didorong oleh tingkat konsumsi domestik, perdagangan, dan investasi yang tinggi. Industri seperti elektronik, kendaraan listrik, dan ekonomi digital, mengalami peningkatan investasi pada tahun lalu, dengan total arus masuk FDI tumbuh sebesar 5,5 persen.

Proyek bernilai ekonomi di Asean juga dipengaruhi dinamika global sehingga perlu peran aktif dari sektor publik maupun sektor swasta.

Menurut Airlangga, ada tiga bidang prioritas yang membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk berkontribusi pada agenda global.

"Pertama, kita perlu suara sektor swasta yang lebih besar untuk menyoroti dan mengurangi risiko serta biaya fragmentasi rantai pasokan global dan regional yang didorong oleh geopolitik. Sektor publik dan swasta perlu bekerja sama, termasuk dengan mitra dan platform lain, untuk menegakkan arsitektur perdagangan dan ekonomi multilateral yang terbuka, inklusif, tidak diskriminatif, dan berbasis aturan," ujarnya.

Kedua, katanya, diperlukan sektor swasta yang aktif memanfaatkan peluang pertumbuhan baru. Sektor swasta Asean harus bekerja sama dengan dewan bisnis lainnya untuk menjajaki potensi kolaborasi. Sektor swasta Asean juga harus menerapkan model bisnis inklusif, dan memaksimalkan hubungan pembangunan ekonomi lokal, termasuk dengan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Terakhir, sektor swasta Asean perlu memanfaatkan sumber daya, jaringan, teknologi, dan keahliannya untuk menghadapi tantangan sosio-ekonomi dan perubahan iklim di kawasan ini. Inovasi, difusi, dan adopsi teknologi juga perlu didukung dan dipercepat untuk meningkatkan ketahanan perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat.

"Perjalanan ke depan masih diselimuti ketidakpastian. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan melambat di tahun-tahun mendatang. Sudah ada tanda-tanda melambatnya kinerja ekonomi negara-negara utama ASEAN, meningkatnya inflasi pangan, dan berlanjutnya ketidakpastian pasar akibat fragmentasi geopolitik," kata Menko Airlangga.

Berdasarkan tema Kepemimpinan Asean Indonesia pada 2023 yaitu "Asean Matters: Epicentrum of Growth", Indonesia mengambil inisiatif untuk merespon hal tersebut. Salah satunya dengan memperkuat integrasi pasar regional melalui peningkatan Free Trade Agreement Asean-Australia-Selandia Baru, memperkenalkan transaksi mata uang lokal dan interoperabilitas pembayaran digital, serta mempromosikan Asean Industry Project Based Initiative.
Yang baru saja diluncurkan adalah Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital Asean atau Asean Digital Economy Framework Agreement (DEFA), yang akan meningkatkan nilai ekonomi digital di Asean tahun 2030 hingga dua kali lipat.

Terkait DEFA, Airlangga berdiskusi dengan Council Members dari Asean Business Advisory Council (BAC) Malaysia, dalam pertemuan bilateral di sela-sela agenda ABIS 2023. Implementasi DEFA akan dimulai pada 2025, saat Keketuaan Asean ada di tangan Malaysia.

Delegasi Malaysia dipimpin oleh Deputy Chairman Asean-BAC Malaysia yakni Tan Sri Tony Fernandes, didampingi Council Member Lim Chern Yuan, Executive Director Asean-BAC Malaysia Jukhee Hong, serta perwakilan dari beberapa perusahaan besar Malaysia.

Berbagai hal dibahas dalam pertemuan tersebut, antara lain tentang perdagangan dan sistem pembayaran lintas batas, serta perkembangan kendaraan listrik (EV).

Lagi-lagi, Menko Airlangga menekankan pentingnya konektivitas dan intraoperabilitas. Diungkapkan bahwa fokus utama Asean-BAC adalah melakukan fasilitasi perdagangan, fasilitasi investasi, dan menarik FDI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Aksi Jual Saham AI AS Mengguncang Wall Street Gingga Asia

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Aksi Jual Saham AI AS Mengg...
Daerah
Polda Jabar Tangkap Tersang...

Penataan Ruang Publik Menyambut HUT DKI Jakarta

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Penataan Ruang Publik Menya...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.