Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Perpeloncoan di Kampus Masih Terjadi, Bagaimana Mengakhirinya?

📅 Minggu, 03 Sep 2023, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perpeloncoan di Kampus Masih Terjadi, Bagaimana Mengakhirinya? Doc: The Conversation/Shutterstock/MDV Edwards
Ket. Praktik perpeloncoan masih mewarnai masa orientasi mahasiswa baru di Indonesia.

Ario Bimo Utomo, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Praktik perpeloncoan masih ditemukan setiap tahun ajaran baru di Indonesia. Pada 2011 silam, seorang mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Hassanudin, Sulawesi Selatan, meninggal setelah mengikuti ospek. Di tahun 2017, kasus lain menimpa siswa tingkat satu Sekolah Tinggi Ilmu Pembangunan yang tewas setelah dihajar seniornya di dalam asrama..

Adanya kondisi pandemi dan perubahan moda pembelajaran tak lantas mengakhiri fenomena ini. Tiga tahun lalu, misalnya, perpeloncoan daring terjadi di Universitas Negeri Surabaya, Jawa Timur.

Setelah perkuliahan kembali ke sistem luring pun, tetap muncul laporan terjadinya perpeloncoan. Seperti misalnya yang terjadi pada 2022 di Universitas Jember, Jawa Timur. Universitas tersebut menyelenggarakan kegiatan orientasi hingga dini hari dan menyebabkan 51 mahasiswa baru jatuh sakit.

Di tahun yang sama, ada pula kasus perpeloncoan di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten, yang mengakibatkan sejumlah mahasiswa muntah-muntah dan dehidrasi setelah dijemur oleh seniornya dalam satu sesi kegiatan.

Terbaru, bulan Juni 2023 kemarin, terdapat kasus tenggelamnya mahasiswa Politeknik Caltex Riau setelah diminta senior mandi di sungai dengan mata tertutup.

Meskipun sudah sering terjadi, perpeloncoan adalah hal yang tak boleh terus dinormalisasi. Lingkungan pendidikan perlu dikembalikan pada tujuannya sebagai sebuah ruang yang aman bagi para peserta didik. Bagaimana caranya?

1. Mengganti kegiatan orientasi

Menurut Therese I. Poirier, profesor sekaligus Wakil Dekan Akademik Sekolah Farmasi Southern Illinois University, Amerika Serikat (AS), salah satu cara mengakhiri praktik perpeloncoan adalah menggantinya dengan kegiatan orientasi yang mempromosikan rasa saling menghormati, saling percaya, dan saling dukung dalam lingkungan pendidikan.

Contoh positif bisa diambil dari negara tetangga, Singapura, melalui Kindness Campaign yang diselenggarakan oleh Nanyang Technological University (NTU). Dalam program ini, mahasiswa baru diberikan tugas untuk membuat proyek sosial dalam rangka membahagiakan orang di sekitarnya. Proyek dilakukan secara sederhana namun berdampak, seperti membersihkan fasilitas umum atau membantu pekerja senior.

Di Indonesia pun, sejumlah kampus telah membiasakan aktivitas serupa. Misalnya kegiatan orientasi yang dilakukan oleh Universitas Nusa Cendana, Kupang, Nusa Tenggara Timur, melalui aksi donor darah. Kegiatan bakti sosial seperti yang dilakukan Institut Agama Islam Lubuklinggau, Sumatera Selatan, juga patut dicontoh. Program seperti ini tak hanya mempererat angkatan dan melatih kepekaan mahasiswa, namun juga membantu mereka mengenal lingkungan baru.

Menapak jenjang pendidikan baru harusnya diawali dengan semangat kolaborasi, bukan dengan intimidasi. Hal ini akan sangat membantu mahasiswa baru, karena menurut salah satu artikel di Forbes, kemampuan untuk berkolaborasi adalah salah satu kemampuan yang paling dicari di masa depan.

2. Memaksimalkan peran mentor sebaya

Perpeloncoan umumnya terjadi karena adanya penyalahgunaan kekuasaan dari senior kepada juniornya. Untuk mencegahnya, orientasi bisa diarahkan untuk membangun relasi sehat antara senior dan junior, misalnya melalui program mentor sebaya (peer-mentorship).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Roy Suryo Ajukan Praperadil...

Bunga Tinggi The Fed Bikin Mental Rupiah Keder

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Ekonomi
Bunga Tinggi The Fed Bikin ...

Perluasan Pasar Bisa Melalui Mekanisme Digital

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Perluasan Pasar Bisa Melalu...
Megapolitan
Pembangunan SDM, Sekolah-se...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.