Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gotong Royong Mampu Kurangi Angka 'Stunting'

📅 Kamis, 31 Agu 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Gotong Royong Mampu Kurangi Angka 'Stunting' Doc: ISTIMEWA
Ket. HASTO WARDOYO Kepala BKKBN - Dari 30 triliun rupiah itu, sekitar 20 triliun rupiah diserahkan ke Kementerian Sosial untuk dibagi dalam bentuk PKH.

JAKARTA - Kekuatan gotong royong yang dibangun melalui program bapak asuh anak stunting mampu mengurangi angka stunting. Kekuatan gotong royong yang dibangun itu membuat sejumlah daerah mengalami penurunan angka stunting.

"Alhamdulillah, dikeroyok para pengusaha karena arahan Presiden Joko Widodo untuk Pentahelix, TNI-Polri bergerak semua sehingga penanganan stunting menjadi gotong royong," ujar Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Nasional (BKKBN), Hasto Wardoyo, dalam seminar "Review Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional 2023" secara daring di Jakarta, Rabu (30/8).

Seperti dikutip dari Antara, Hasto mengatakan kekuatan gotong royong luar biasa. Di daerah tertentu yang mungkin belum tersentuh program, terjadi penurunan stunting karena gotong royong.

Hasto mengemukakan pada tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar 30 triliun rupiah untuk penanganan stunting. "Dari 30 triliun rupiah itu, sekitar 20 triliun rupiah diserahkan ke Kementerian Sosial untuk dibagi dalam bentuk Program Keluarga Harapan (PKH)," tuturnya.

Ia mengatakan anggaran dana PKH yang digelontorkan kepada masyarakat langsung itu diharapkan untuk membeli makanan bergizi. Namun, sayangnya masih banyak masyarakat yang menggunakan dana PKH untuk kebutuhan sekunder.

"Perlu pengawalan agar tepat sasaran. Di lapangan saya pernah menemui masih ada stunting padahal sudah dapat PKH. Lalu, ada yang bilang kalau uangnya dipakai untuk kredit motor," tuturnya.

Kemudian, lanjutnya, anggaran dana sekitar tujuh triliun rupiah dari 30 triliun rupiah itu dialokasikan ke Kementerian Kesehatan yang sebagian besar digunakan untuk BPJS Kesehatan. Sisanya dari anggaran stunting 2023 terbagi di kementerian dan lembaga.

Beberapa Tantangan

Dalam kesempatan sama, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Muhammad Yusuf Ateh, mengakui masih terdapat beberapa tantangan dalam menjalankan program yang terkait dengan dana bantuan.

"Dana 20 triliun rupiah untuk PKH maksudnya untuk dibelikan makanan, nggak semua ternyata dibelikan makanan, nggak gampang menjalankan program di masyarakat, akalnya banyak," tuturnya.

Namun, dia mengingatkan agar BKKBN tidak terlalu memusingkan anggaran di tempat lain. Ia meminta BKKBN untuk tetap terus berupaya menekan angka stunting meski anggaran yang tersedia terbatas. "Efektifkan anggaran yang ada. Kalau kita tidak bisa kasih, kita dorong orang lain untuk berpartisipasi, seperti Program Bapak Asuh Anak Stunting," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut komitmen 1.000 pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang ikut menjadi Bapak Asuh Anak Stunting dapat mengurangi beban bonus demografi.

Presiden Jokowi menjelaskan kontribusi yang bisa diberikan 1.000 pengusaha untuk mengentaskan stunting, yakni memberikan protein berupa telur, ikan, atau daging ayam, juga sayur untuk keluarga berisiko stunting.

"Bukan satu hal yang besar, tetapi harus rutin dilakukan tiap bulan maka hasilnya akan kelihatan kalau konsisten. Seperti yang dikatakan Ibu Ketua Apindo, kalau permasalahan besar yang membebani bonus demografi kita ke depannya bisa jadi karena stunting," ujar Presiden Jokowi dalam keterangan resmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.