Redakan Protes, Jepang Undang Tiongkok Bergabung Dalam Kelompok Pemeriksa Limbah Nuklir
📅 Rabu, 30 Agu 2023, 00:06 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Media Center G20 Indonesia/Akbar Nugroho Gu
Istanbul - Redakan protes, Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengundang Tiongkok untuk bergabung dalam kelompok para ahli yang memonitor pembuangan air limbah nuklir Fukushima, menyusul larangan impor produk laut yang diberlakukan oleh Beijing kepada Tokyo.
"Jepang akan terus melakukan advokasi kepada Tiongkok agar para ahli dari kedua negara terlibat dalam diskusi komprehensif berdasarkan bukti ilmiah," kata Kishida dalam pertemuan para pejabat tinggi dari Partai Demokrat Liberal yang berkuasa, demikian laporan NHK News.
Kishida mengusulkan hal tersebut setelah Tiongkok memberlakukan larangan impor terhadap seluruh produk akuatik dari Jepang, setelah Tokyo memulai proses pelepasan air limbah radioaktif dari PLTN Fukushima ke laut.
Kishida menekankan komitmen pemerintahnya untuk mencegah kerusakan pada sektor perikanan negara akibat pelepasan limbah nuklir itu.
Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Jepang akan menggunakan saluran diplomatik untuk mendesak Tiongkok agar segera mencabut penangguhan semua impor makanan laut dari Tokyo.
Pada saat yang sama, kata Kishida, pemerintah Jepang akan mendorong upaya di dalam negeri untuk meningkatkan konsumsi makanan laut sebagai bagian dari usaha menjaga industri perikanan.
Sementara itu, para pejabat Jepang mengindikasikan bahwa Tokyo dapat mengajukan keluhan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) atas larangan yang diberlakukan Tiongkok terhadap impor makanan laut Jepang, menurut laporan Kyodo News.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!