Hasil Studi: Polusi Udara, Ancaman Global Terbesar bagi Kesehatan Manusia
📅 Selasa, 29 Agu 2023, 11:22 WIB | Oleh: Tim PenulisPenduduk Bangladesh, yang tingkat PM2.5 rata-ratanya adalah 74 mikrogram per meter kubik, akan memperoleh umur 6,8 tahun jika disesuaikan dengan pedoman WHO yaitu 5 mikrogram per meter kubik.
Sementara itu, ibu kota India, Delhi, adalah "kota besar paling tercemar di dunia" dengan rata-rata polusi partikulat tahunan sebesar 126,5 mikrogram per meter kubik.
Sebaliknya, Tiongkok "telah mencapai kemajuan luar biasa dalam perang melawan polusi udara" yang dimulai pada 2014, kata Hasenkopf.
Polusi udaranya turun 42,3 persen antara tahun 2013 dan 2021. Jika perbaikan ini terus berlanjut, rata-rata warga Tiongkok akan dapat hidup 2,2 tahun lebih lama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di Amerika Serikat, tindakan legislatif seperti Clean Air Act membantu mengurangi polusi sebesar 64,9 persen sejak 1970, sehingga membantu warga Amerika memperoleh harapan hidup 1,4 tahun.
Namun meningkatnya ancaman kebakaran hutan - terkait dengan suhu yang lebih panas dan kondisi yang lebih kering akibat perubahan iklim - menyebabkan lonjakan polusi di Amerika Serikat bagian barat hingga Amerika Latin dan Asia Tenggara.
Misalnya, pada musim kebakaran hutan bersejarah di California pada 2021, Plumas menerima konsentrasi rata-rata partikel halus lebih dari lima kali lipat dibandingkan pedoman WHO.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kisah perbaikan polusi udara di Amerika Utara dalam beberapa dekade terakhir serupa dengan Eropa, namun masih terdapat perbedaan mencolok antara Eropa barat dan timur. Bosnia menjadi negara paling berpolusi di benua itu.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!