Para Ahli Berdebat soal Perkembangan AI yang Ancam Kepunahan Manusia
📅 Senin, 28 Agu 2023, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S"Jika sebuah mesin super cerdas segera muncul dan berpotensi menghancurkan umat manusia, para penganut paham jangka panjang pasti akan menentangnya, apa pun konsekuensinya," ujar dia.
Ketika ditanya pada Maret oleh pengguna Twitter, platform yang sekarang dikenal sebagai X, berapa banyak orang yang bisa mati untuk menghentikan hal ini, ideolog "jangka panjang", Eliezer Yudkowsky menjawab hanya diperlukan jumlah orang yang cukup "untuk membentuk populasi reproduksi yang layak".
"Selama hal itu benar, masih ada peluang untuk mencapai bintang suatu hari nanti," tulisnya, meski kemudian dia menghapus pesan itu.
Filosofi jangka panjang tumbuh dari karya filsuf Swedia, Nick Bostrom pada 1990-an dan 2000-an seputar risiko eksistensial dan transhumanisme, gagasan bahwa manusia dapat ditingkatkan dengan teknologi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Akademisi Timnit Gebru telah menunjukkan transhumanisme sejak awal dikaitkan dengan eugenika.
Senada, ahli biologi Inggris, Julian Huxley, yang menciptakan istilah transhumanisme, juga menjabat presiden British Eugenics Society pada tahun 1950-an dan 1960-an. "Jangka panjang adalah eugenika dengan nama yang berbeda," tulis Gebru di X pada 2022.
Bostrom telah lama menghadapi tuduhan mendukung eugenika setelah ia menyebut "tekanan disgenik" sebagai risiko eksistensial, yang pada dasarnya adalah orang-orang yang kurang cerdas bisa berkembang biak lebih cepat dibandingkan rekan-rekan mereka yang lebih pintar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Filsuf, yang menjalankan Future of Life Institute di Universitas Oxford, meminta maaf pada Januari setelah mengakui dia telah menulis unggahan rasis di forum internet pada 1990-an.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!