Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Waspadai Antraks, Dinas Peternakan Jatim Perkuat Vaksinasi di Wilayah Perbatasan

📅 Jumat, 25 Agu 2023, 01:12 WIB | Oleh:
Waspadai Antraks, Dinas Peternakan Jatim Perkuat Vaksinasi di Wilayah Perbatasan Doc: Istimewa
Ket. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, meninjau sapi kurban beberapa waktu yang lalu. Dinas Peternakan Jatim telah melakukan lebih dari 40 ribu vaksinasi Antraks, terutama di wilayah lalu-lintas ternak yang padat.

SURABAYA - Setelah berhasil mengendalikan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK),
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani, mengatakan, kini ia bersama jajaran juga mewaspadai penyebaran penyakit Antraks, menyusul terjadinya kasus di Gunung Kidul, Jawa Tengah.

Menurutnya, setelah sempat muncul satu kasus di Jatim pada 2022, hingga kini pihaknya masih belum mendeteksi kasus Antraks baru.

"Hanya satu kasus di Pacitan tahun lalu. Sekarang kita waspada agar penyakit ini tidak sampai masuk di Jawa Timur," ujarnya di Surabaya, Kamis (24/8).

Indyah menjelaskan, Disnak Jatim melakukan sejumlah upaya antisipasi guna mencegah penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang membentuk spora, yang juga dapat menginfeksi manusia tersebut.

"Pengendalian termasuk lalu-lintas ternak menjadi kewasdaan kita. Lalu KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) kepada peternak-peternak kita, termasuk sosialisasi lewat media untuj early warning system (sistem peringatan dini) terhadap PMS (Penyakit hewan menular strategis), yang bisa berdampak secara ekonomi global," terangnya.

Indyah menambahkan, pencegahan juga dilakukan lewat upaya vaksinasi, terutama pada daerah-daerah yang berbatasan dengan Jawa Tengah.

"Sudah kita distribusikan vaksin terutama untuk kabupaten-kabupaten yang berbatasan dengan Jawa Tengah. Wilayah rentan sudah kita vaksinasi, jumlahnya ada 40 ribuan pada daerah-daerah berbatasan yang lalu-lintas ternaknya padat," tutur dia.

Pada kesempatan itu, Kepala Pusat Veteriner Farma (Pusvetma), Edy Budi Susila, menyampaikan, vaksin yang digunakan untuk mencegah Antraks seluruhnya dibuat oleh Pusvetma.

"Kita punya kapasitas produksi vaksin yang cukup untuk mengendalikan Antraks di Indonesia. Karena kasus Antraks ini sifatnya sporadis, masih bisa kita kendalikan," tuturnya.

Edy menambahkan, bakteri penyebab Antraks dapat lebih mudah menyebar pada pergantian musim hujan ke kemarau seperti saat ini.

"Spora Antraks dapat hidup sampai 100 tahun di tanah. Dalam kondisi tanah kering dan debu muncul ke permukaan memang rawan. Yang paling penting adalah bagaimana meningkatkan bio security dan disinfeksi," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.