Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Kemenkumham DIY Bentuk Desa Binaan Cegah Perdagangan Orang

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 00:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gerak Cepat, Kemenkumham DIY Bentuk Desa Binaan Cegah Perdagangan Orang Doc: ANTARA/Kornelis Kaha
Ket. Ilustrasi - Kampanye "Stop TPPO" untuk menolak perdagangan orang.

Yogyakarta - Gerak cepat, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Daerah Istimewa Yogyakarta membentuk desa binaan di Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo untuk mencegah tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

"Kami sekarang menggodok desa di Kulon Progo dan Gunungkidul, dua daerah yang menjadi desa binaan kita yang sebagian besar menjadi kantong-kantong TKI," kata Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham DIY M Yani Firdaus di Yogyakarta, Senin.

Menurut Yani, berdasarkan data terakhir Kanwil Kemenkumham DIY sejak Januari 2023 tercatat sebanyak 186 orang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang ditunda keberangkatannya karena terindikasi sebagai pekerja migran nonprosedural.

Sebagian besar, katanya, mereka berasal dari Kabupaten Gunungkidul dan Kulon Progo.

"Banyak sekali kalau kita lihat dari statistik jumlah wanita muda yang berpergian ke luar negeri untuk bekerja adalah dari Gunungkidul dan Kulon Progo. Itu kita lakukan 'mapping' maka dua kabupaten itu menjadi desa binaan kita," kata dia.

Di desa binaan itu, beber dia, Kanwil Kemenkumham DIY bakal mengumpulkan warga sehingga mendapatkan edukasi terkait prosedur bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.

"Memang jalur tidak resmi lebih cepat tetapi risikonya akan berat dan akan menjadi ancaman terhadap jiwa mereka. Kita tidak tahu, TPPO bisa menjual organ-organ tubuh mereka," kata dia.

Melalui desa binaan itu pula, kata dia, diharapkan menemukan lebih banyak kantong-kantong pekerja migran yang berangkat di luar prosedur.

Selain itu, lanjut Yani, pihaknya bakal melakukan "profiling" dan pemetaan terhadap orang-orang atau wanita berusia 17 hingga 45 tahun di desa itu yang hendak mengajukan paspor untuk bepergian ke luar negeri.

"Kalau dalam 'profiling' nanti kita patut mencurigai dia akan pergi bekerja, maka paspor tidak akan diberikan kepadanya, dan dilakukan penundaan pemberian paspor," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

51 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

54 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.