Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Antisipasi Penyebaran Penyakit, Dinkes Tangerang Imbau Masyarakat Tak Sentuh Wajah Guna Cegah ISPA

📅 Selasa, 22 Agu 2023, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Antisipasi Penyebaran Penyakit, Dinkes Tangerang Imbau Masyarakat Tak Sentuh Wajah Guna Cegah ISPA Doc: Antara/HO/Pemkot Tangerang
Ket. Kepala Dinas Kesehatan, Kota Tangerang, Dini Anggraeni.

Tangerang - Antisipasi penyebaran penyakit. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk menghindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata, saat di luar agar terhindar dari virus atau bakteri, terkait maraknya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

"Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau tangan ketika bersin. Hal ini mencegah penyebaran penyakit kepada orang lain," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang dr Dini Anggraeni di Tangerang, Banten, Senin.

Terkait kondisi yang terjadi saat ini, ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kesehatan di luar rumah. Aktivitas yang tidak terlalu penting agar bisa dikurangi.

"ISPA dapat dicegah atau diantisipasi dengan memakai masker saat bepergian, rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Berhenti merokok, lakukan olahraga dengan rutin, dan rutin mencuci hidung untuk membersihkan kotoran yang menumpuk," ujar dr Dini Anggraeni dalam keterangannya.

Ia mengatakan kasus ISPAtak semata karena polusi udara, tetapi akibat dari faktor lainnya seperti polusi perokok aktif, sistem kekebalan tubuh yang melemah, atau adanya indikasi permasalahan pada jantung dan paru-paru.

Menurutnya,ISPA merupakan infeksi yang menyerang pada pernapasan atas maupun bawah, yang umumnya menyerang pada beberapa organ pernapasan mulai dari faring, hidung, laring, dan sinus.

"Kondisi ini disebabkan oleh terjadinya infeksi virus ataupun bakteri yang tersebar melalui cairan tubuh penderita ataupun udara kotor," ucapnya.

Sementara itu orang yang mengalami gejala ISPA, kata dia, diantaranya batuk, suhu tubuh meningkat, nyeri di bagian kepala, dan sulit bernafas karena hidung tersumbat.

"Tenggorokan terasa nyeri, terutama saat digunakan untuk menelan. Munculnya gejala sinusitis, seperti keluar ingus, demam, dan wajah nyeri. Kulit berubah kebiruan karena kekurangan oksigen," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.