Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

RI Harus Ambil Langkah Taktis Kejar Ketertinggalan Pengembangan AI

📅 Senin, 21 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
RI Harus Ambil Langkah Taktis Kejar Ketertinggalan Pengembangan AI Doc: ISTIMEWA
Ket. ROBOT PEMBAWA BERITA DENGAN TEKNOLOGI AI I Kantor berita pemerintah Tiongkok, Xinhua, pada 2019 lalu telah melakukan terobosan dengan menghadirkan robot yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI), untuk membawakan acara berita. Robot berbentuk layaknya manusia itu meniru ekspresi wajah dan tingkah laku humanis untuk menyiarkan berita.

» Pengembangan AI di Indonesia menghadapi satu ancaman utama yakni tren menuju penutupan akses riset AI.

» Implementasi AI harus dimulai di internal Pemerintah agar bisa memangkas belanja pegawai dan rantai perizinan.

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menyampaikan Nota Keuangan di Jakarta pekan lalu mengatakan cepat atau lambat perkembangan digitalisasi dan Artificial Intelligent (AI) atau kecerdasan buatan bakal semakin penting dan mendominasi kehidupan perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Sebab itu, Pemerintah dan masyarakat diingatkan mengadopsi teknologi tersebut agar bisa mendapat manfaat yang maksimal.

"Adopsi teknologi dalam perekonomian dapat memberikan manfaat yang signifikan apabila dihadapi dengan strategi yang tepat. Pembangunan kualitas sumber daya manusia, infrastruktur fisik dan nonfisik terkait teknologi informasi terus ditingkatkan," kata Presiden.

Seorang analis pasar kerja dan penasihat bisnis, Eli Amdur, di Forbes menyatakan AI juga membutuhkan lebih banyak keterampilan dan penguasaan daripada yang lainnya. Setidaknya ada 17 keterampilan (skill) yang dibutuhkan oleh para teknisi AI.

"Keahlian teknisi AI berkisar dari yang konseptual dan abstrak, hingga yang konkret dan dapat diprediksi," kata Amdur mengutip kliennya, seorang konsultan bernama Christine.

Tanpa urutan khusus, 17 skill yang ada dalam daftar Christine, empat di antaranya merupakan soft skill, kebutuhan mendasar di seluruh bidang, apa pun profesinya. Pertama, ketrampilan mengenai bahasa pemrograman, lalu kerangka kerja dan pustaka AI, Neural Networks dan Deep Learning, Machine Learning, Matematika, Manipulasi dan Analisis Data, Natural Language Processing (NLP), Computer Vision, Reinforcement Learning dan Version Control.

Selanjutnya, para teknisi AI juga harus menguasai Komputasi Awan, Evaluasi Model dan Penyesuaian Hyperparameter, Penerapan dan Penskalaan Etika dan Bias AI, Kolaborasi dan Komunikasi, Pembelajaran Berkelanjutan dan terakhir Problem-solving dan Kreativitas.

Sekjen Jogja Startup Foundation, Galuh Koco Sadewo mengapresiasi peringatan Presiden Jokowi untuk mengadopsi AI dan menempatkannya sebagai bagian integral dalam pengembangan ekonomi Indonesia. Peringatan tersebut harus disambut kementerian dan lembaga seperti BRIN untuk segera mengambil langkah taktis mengejar ketertinggalan Indonesia dalam pengembangan AI.

"Tantangan yang dihadapi semakin kompleks dan selama ini kita telah bergantung pada solusi AI dari luar, baik berupa perangkat lunak (Software as a service, SaaS) maupun algoritma. Meskipun masih ada peluang untuk terus mengikuti perkembangan global, perlu diwaspadai potensi risiko. Tentunya lembaga pemerintahan yang menangani hal ini perlu paham terhadap perkembangan teknologi AI sehingga bisa mengikuti," papar Galuh yang sehari-hari mengembangkan AI sebagai Chief Business & Partnership Botika, salah satu perusahaan AI di Indonesia.

Pengembangan AI di Indonesia saat ini katanya menghadapi salah satu ancaman utama yakni tren menuju penutupan akses riset AI, yang dapat mengurangi ketersediaan sumber daya dan informasi yang dibutuhkan.

Indonesia katanya masih beruntung karena banyak riset AI yang dapat diakses oleh publik saat ini. Namun, Indonesia perlu memperhatikan pergeseran menuju riset tertutup, seperti yang terjadi dengan ChatGPT yang awalnya berbasis open source namun kini menjadi closed source setelah dikembangkan oleh OpenAI.

SDM Andal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

57 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.