RI Harus Ambil Langkah Taktis Kejar Ketertinggalan Pengembangan AI
📅 Senin, 21 Agu 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiIndonesia jelasnya perlu fokus pada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang andal dan matang dalam bidang AI dan di saat yang sama melakukan pembatasan akses data ke luar dan pengembangan data center yang terjangkau di dalam negerti sehingga AI Indonesia dapat tumbuh dan dapat berjalan efektif di Indonesia.
"Kita perlu segera inisiatif project and development untuk diadopsi ke pemerintahan dengan biaya yang disediakan sesuai kebutuhan Pemerintah. Bahkan kalau perlu ada subsidi untuk riset AI, terutama bagi perusahaan kecil dan menengah, karena pengembangkan AI butuh biaya yang sangat mahal sehingga perlu bantuan," kata Galuh.
Kebijakan juga harus berpihak pada pemain lokal misalnya Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) untuk AI sehingga melindungi perusahaan lokal untuk berkembang karena diadopsi oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia.
"Dengan langkah yang tepat, Indonesia memiliki peluang untuk berada di garis depan revolusi AI, sambil memastikan keberlanjutan, perlindungan data yang selama ini disimpan di data center luar negeri, dan kemandirian teknologi yang diperlukan. Kita harus menjadi pemain utama AI, dan untuk itu riset dan proyek yang didukung oleh pendanaan yang sustain," papar Galuh.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira mengatakan, kalau pemerintah mau serius dengan AI, maka perlu dukungan implementasinya di internal Pemerintah sehingga memangkas belanja pegawai dan rantai perizinan secara signifikan. "Bisa dicoba dulu AI untuk gantikan berbagai aplikasi pemerintah pusat dan daerah yang selama ini kurang optimal," kata Bhima.
"Tanpa dukungan anggaran yang cukup, jangan harap AI berkembang sesuai harapan Presiden," kata Bhima.
Pakar ekonomi dari Universitas Airlangga, Surabaya, Muhammad Nasih mengatakan upaya peningkatan kualitas SDM perlu mengikutsertakan pembelajaran dan penguasaan kecerdasan buatan, serta beragam bidang high technology lainnya karena kemajuan teknologi akan menjadi kebutuhan di banyak sektor pada masa depan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita harus bersiap menghadapi era disrupsi teknologi. Kita harus bersiap dengan solusi yang mengabungkan physical domains, digital, dan biologi. Karena perkembangan pengetahuan, dan teknologi sangat cepat sehingga praktisi didorong meningkatkan pengetahuan mereka dengan berbagai cara melalui AI, pengembangan nanotechnology, termasuk big data, new material, 3d printing, dan internet of things," kata Nasih.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!