Wajib Tahu! 10 Faktor Penyebab Peningkatan Risiko Penyakit Alzheimer
📅 Sabtu, 19 Agu 2023, 10:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/tonkid
Mark Dallas, University of Reading
Meskipun belum ada obatnya, para peneliti terus mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer. Sebuah penelitian terbaru yang menganalisis 396 riset bahkan telah mampu mengidentifikasi sepuluh faktor risiko yang terbukti meningkatkan kemungkinan terkena penyakit ini.
Berikut adalah faktor-faktor yang diidentifikasi oleh para peneliti - dan mengapa faktor-faktor tersebut dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi.
1. Tingkat pendidikan
Tingkat pendidikan yang lebih rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit Alzheimer. Bukti sebelumnya menunjukkan semakin lama waktu yang dihabiskan untuk pendidikan, semakin rendah risiko terkena demensia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian yang mengamati otak orang-orang dari latar belakang pendidikan yang berbeda juga menunjukkan bahwa orang yang lebih berpendidikan memiliki otak yang lebih berat. Ketika kehilangan sepertiga dari berat otak karena demensia, otak yang lebih berat dapat membuat kita lebih tangguh.
2. Aktivitas kognitif
Bukti menunjukkan bahwa menjaga otak kita tetap aktif juga dapat melawan demensia. Aktivitas seperti teka-teki kata dapat menstimulasi otak dan dapat memperkuat konektivitas antara sel-sel otak. Konektivitas ini terputus pada demensia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penelitian terbaru ini menunjukkan bahwa kita perlu terus menjaga otak kita tetap aktif, bahkan pada usia lanjut. Penelitian lain setuju bahwa menantang otak kita memang mengurangi kemungkinan kita terkena demensia.
3. Hipertensi pada usia paruh baya
Jantung yang sehat telah lama dikaitkan dengan otak yang sehat. Di sini, penelitian terbaru menunjukkan bahwa tekanan darah tinggi (hipertensi) pada usia paruh baya meningkatkan risiko Alzheimer.
Insiden penyakit jantung yang lebih tinggi pada mereka yang menderita tekanan darah tinggi berdampak pada suplai darah dan nutrisi ke otak. Menariknya, hubungan ini masih ada bahkan bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi aja. Intinya adalah bahwa berkurangnya suplai darah ke otak terkait dengan Alzheimer.
4. Hipotensi ortostatik
Penelitian ini juga menyoroti hipotensi ortostatik sebagai faktor risiko. Ini terjadi ketika seseorang mengalami tekanan darah rendah saat berdiri setelah duduk atau berbaring.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!