Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dolar AS Jatuh Setelah Inflasi Kawasan Euro Melambat

📅 Sabtu, 19 Agu 2023, 08:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dolar AS Jatuh Setelah Inflasi Kawasan Euro Melambat Doc: antara
Ket. Menghitung uang dolar AS.

NEW YORK - Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (18/8) atau Sabtu pagi WIB, setelah inflasi kawasan euro menunjukkan tanda-tanda pelambatan marjinal.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, turun 0,18 persen menjadi 103,3831 pada akhir perdagangan.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Uni Eropa, Jumat (18/8) pagi, tingkat inflasi tahunan kawasan euro mencapai 5,3 persen pada Juli, turun dari 5,5 persen pada Juni. Setahun sebelumnya, angka itu 8,9 persen. Inflasi tahunan Uni Eropa adalah 6,1 persen pada Juli tahun ini, turun dari 6,4 persen pada Juni. Setahun sebelumnya, angka itu 9,8 persen.

Kantor Statistik Nasional Inggris mengatakan Jumat (18/8) bahwa volume penjualan Inggris di supermarket turun 2,6 persen pada Juli setelah kenaikan pada Juni, yang lebih besar dari perkiraan para ekonom. Ekspektasi suku bunga Inggris yang lebih tinggi dalam beberapa bulan mendatang mendukung pound Inggris dan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah Inggris semakin tinggi.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,0878 dolar AS dari 1,0857 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,2740 dolar AS dari 1,2728 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar AS dibeli 145,2980 yen Jepang, lebih rendah dari 146,0890 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8824 franc Swiss dari 0,8797 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3545 dolar Kanada dari 1,3546 dolar Kanada. Dolar AS naik menjadi 10,9709 krona Swedia dari 10,9363 krona Swedia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.