Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenag Sebut Pembimbing Manasik Harus Pahami Kondisi di Arab Saudi

📅 Jumat, 18 Agu 2023, 15:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemenag Sebut Pembimbing Manasik Harus Pahami Kondisi di Arab Saudi Doc: antarafoto
Ket. Ilustrasi pembimbing manasik haji

JAKARTA - Direktur Bina Haji Kementerian Agama (Kemenag) Arsad Hidayat menyatakan pembimbing manasik haji harus memahami kondisi dan permasalahan riil yang akan dihadapi jemaah calon haji di Arab Saudi.

"Sertifikasi tidak hanya teori. Peserta benar-benar diberi pemahaman praktis agar mereka bisa menjelaskan hal ihwal manasik haji secara lengkap kepada jamaah, termasuk kondisi riil dan problematika di Mekkah dan Madinah," ujar Arsad dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (18/8).

Saat ini Kemenag tengah menggelar sertifikasi pembimbing manasik haji profesional yang diikuti seratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaga negara tersebut.

Arsad mengatakan sertifikasi pembimbing manasik haji tidak hanya diisi dengan pertemuan klasikal dan sesi pemaparan yang bersifat kognitif, tapi dikuatkan dengan praktik lapangan. Tujuannya, kata dia, agar para pembimbing ibadah benar-benar memahami proses manasik haji, baik aspek teori maupun praktik.

"Lebih dari itu pembimbing juga memberikan pemahaman kepada jemaah terkait dinamika di lapangan," katanya.

Ketua Panitia Manasik Arif Rahman menjelaskan sertifikasi berlangsung lima hari. Setelah tiga hari berlangsung secara klasikal, peserta sertifikasi pembimbing manasik haji profesional melakukan praktik lapangan.

"100 peserta sertifikasi pembimbing haji profesional ini melakukan praktik manasik haji di Masjid Al Jabar Bandung," katanya.

Para peserta, kata dia, diberangkatkan dari hotel pada pukul 04.00 WIB menuju Masjid Al Jabar. Mereka diharuskan memakai ihram secara sempurna.

Setelah Shalat Subuh, lanjutnya, mereka masuk ke Galeri Rasulullah yang ada di lantai dasar Masjid Al Jabar untuk menyaksikan prolog perjuangan Rasulullah beserta miniatur lokasi tempat Rasulullah melakukan syiar islam.

Sekitar pukul 07.00 WIB, kata Arif, para peserta mendengarkan paparan skenario pelaksanaan manasik yang disampaikan KH Adam Anhari.

Setelah itu layaknya jemaah haji, peserta sertifikasi membentuk struktur kloter dengan mengelompokkan peserta per regu dan per rombongan, dan masing-masing diketuai oleh Ketua Ragu atau Ketua Rombongan.

"Selain materi teoritik, peserta sertifikasi juga dibekali dengan praktik dan gladi posko. Hal ini dimaksudkan agar peserta bisa memahami kondisi riil lapangan dengan segala problematikanya," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.