Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siapkah Indonesia Jadi Negara Maju pada 2045? SDM Masih Jadi Sandungan

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dengan disparitas yang tinggi juga-termasuk termarjinalkannya pekerja perempuan-salah satu permasalahan yang muncul adalah minimnya pekerja berketerampilan tinggi (high-skilled worker) untuk barang yang memiliki nilai ekspor yang tinggi. Kebanyakan dari pekerja terjebak di kelas menengah potensial, tanpa menunjukkan pertumbuhan menjadi kelas menengah dengan pendapatan yang tinggi.

Harus belajar apa?

Hasil temuan riset Sustainable Growth Lab yang dipaparkan dalam acara Policy Festival 2023, Think Policy Indonesia menemukan bahwa learning-adjusted years of schooling (LAYS, waktu belajar sebenarnya dari pendidikan) pelajar di Indonesia berbanding terbalik dengan dengan persentase anggaran pendidikan di daerah.

LAYS menyandingkan antara waktu menempuh pendidikan dengan kualitas pendidikan yang diterima, dengan menggunakan skor Ujian Tulis Berbasis Komputer sebagai ringkasan capaian pendidikan para siswa.

Temuan riset ini menunjukkan bahwa kualitas pengeluaran anggaran tingkat provinsi tidak membuat para siswa mendapatkan kualitas pendidikan yang setara meskipun mereka belajar di sekolah dengan jangka waktu yang sama.

Jika Indonesia ingin menjadi negara maju, pengeluaran anggaran harus disesuaikan dengan kebutuhan. Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (Aplikasi RKAS) yang dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memfasilitasi dan mengelola penganggaran sekolah sebetulnya bisa menjembatani hal ini, dengan catatan terintergrasi dengan baik dengan data-data pendidikan yang ada dan perlu diperluas dengan merangkul lebih banyak tipe sekolah termasuk madarasah.

Visi Indonesia 2045 juga tak bisa sekadar diserahkan ke level nasional, harus ada pelibatan daerah dan kabupaten untuk melaksanakan implementasi. Memang, neraca pendidikan daerah menunjukkan bahwa kabupaten sebagai pemegang kuasa anggaran.

Pada tahun 2023 saja, anggaran nasional pendidikan akan mencapai yang tertinggi Rp 612,2 triliun dengan 50% ditransfer ke daerah. Akan tetapi, efektivitas anggaran difokuskan pada pembelajaran berkualitas bukan kepada partisipasi pendidikan saja.

Sejak 2021, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan baru menggalakan program tracer study, yang bertujuan melacak lulusan perguruan tinggi hingga ke dunia kerja, walaupun sebenarnya sistem tersebut ada sejak satu dekade sebelumnya. Program tersebut harus bisa menjadi cara mengevaluasi pendudukan tinggi di Indonesia dan membantu mengembangkan model pembangunan manusia yang bermutu.

Selain itu, keterlibatan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) menjadi penting untuk mendukung terciptanya tenaga kerja berkualitas. Pertumbuhan ekonomi yang baik harus pertama-tama karena kualitas tenaga kerja. Program-program yang ada harus difokuskan kepada upskilling dan reskilling sehingga bisa melipatgandakan potensi tenaga kerja nasional.

Akhirnya, dalam musim pemilu yang sebentar lagi akan datang, seharusnya setiap calon bisa merumuskan batasan atau hambatan sumber daya manusia dalam mendorong pertumbuhan. Tanpa itu, niscaya pertumbuhan ekonomi akan terjadi tanpa penguatan kapasitas manusianya. Sehingga, kita tidak siap untuk menjadi negara maju dan menjadi penonton di kawasan.The Conversation

Alexander Michael Tjahjadi, Research Associate, Article 33

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Polri Gelar Upacara Serah Terima Panji Tribrata

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.