Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Siapkah Indonesia Jadi Negara Maju pada 2045? SDM Masih Jadi Sandungan

📅 Rabu, 16 Agu 2023, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Siapkah Indonesia Jadi Negara Maju pada 2045? SDM Masih Jadi Sandungan Doc: The Conversation/Shutterstock/Tatohra
Ket. Misi Indonesia jadi negara maju pada 2045 perlu didukung sumber daya manusia yang mumpuni.

Alexander Michael Tjahjadi, Article 33

Berbagai riset internasional meramalkan bahwa dalam dua dekade ke depan, Indonesia akan tumbuh menjadi negara maju. Indonesia diprediksi memiliki jumlah populasi kurang lebih 324 juta penduduk dengan basis konsumsi yang besar-sebuah pasar yang potensial.

Akan tetapi, agar ambisi menjadi negara maju ini tercapai, realitas yang ada pun mesti mendukung. Pemerintah menyebut bahwa produk domestik bruto (PDB) Indonesia, misalnya, harus mencapai US$9,1 triliun (Rp 136,6 triliun) yang turut diimbangi kenaikan pendapatan per kapita. Artinya, Indonesia harus bisa menjaga pertumbuhan ekonominya di kisaran 6% sampai tahun 2045.

Untuk mendukung hal ini, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/BAPPENAS telah melakukan diagnosis pertumbuhan pada tahun 2018. Sayangnya, hasil temuannya menunjukkan adanya permasalahan produktivitas yang mengakibatkan transisi sektor tidak berjalan dengan baik.

Menurut laporan tersebut, salah satu penentu pertumbuhan yang bisa menjadi penghambat utama (binding constraint) kemajuan Indonesia adalah sumber daya manusia.

Siapkah populasi Indonesia mengerek pertumbuhan?

Pada dasarnya, suatu negara tergolong maju ketika ia memiliki pendapatan per kapita yang tinggi, ekspor yang beragam, dan integrasi ke dalam sistem keuangan global. Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) yang baik - mencakup pendidikan, literasi, dan kesehatan - juga kerap menjadi perhitungan.

Semua ini membutuhkan perhatian khusus pada pemerataan ekonomi dan sumber daya manusia yang piawai. Saat ini, misalnya, pendapatan per kapita bersih Indonesia-total pendapatan setahun dibagi jumlah populasi yang menggambarkan standar hidup masyarakat-telah menyentuh kisaran US$12,700 (Rp 193,41 juta). Meski ini telah melewati standar negara berpendapatan tinggi berdasarkan klasifikasi Bank Dunia, Indonesia masih bertengger di urutan keenam negara dengan ketimpangan pendapatan terbesar.

Ekspor Indonesia pun masih terkonsentrasi pada sumber daya alam, yang tentunya membutuhkan peningkatan keahlian untuk bisa melakukan diversifikasi ke sektor yang membutuhkan teknologi yang lebih kompleks. Dengan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia yang masih berada di peringkat 130, ini bukan hal mudah.

Penelitian menemukan empat sinyal yang menunjukkan bahwa sumber daya manusia yang tersedia di suatu negara bisa menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi nasional ke depannya.

Pertama, pendapatan pekerja yang tidak optimum, sehingga diperlukan investasi lebih besar untuk menciptakan wirausaha yang berkualitas. Kedua, perlu investasi swasta yang besar dalam mendukung pertumbuhan modal manusia. Ketiga, para pelaku ekonomi berusaha mencari solusi atau jalan pintas terhadap kurangnya keterampilan. Keempat, tidak banyak industri yang berfokus pada modal manusia, atau kontribusinya ke ekspor kurang.

Untuk melihat empat diagnosis dan sinyal ini, kita tidak bisa langsung serta merta menjiplak konsep tersebut.

Namun, kita bisa melihat masih besarnya dominasi sektor informal yang umumnya minim keterampilan dalam perekonomian Indonesia. Kecilnya upah dalam sektor informal ini membuat adanya keterbatasan dalam populasi untuk bisa menaikkan kualitas pendidikan dan keterampilan mereka.

Selain itu, untuk mengukur capaian pembelajaran, kebijakan yang ada kerap kali berubah sehingga kontinuitas program kurang terlihat. Penggantian Ujian Nasional menjadi Asesmen Kompetensi Nasional yang tujuannya menghilangkan disparitas, menunjukkan capaian literasi dan numerasi yang rendah. Indonesia memiliki rata-rata literasi 371 dibandingkan rata-rata negara OECD sebesar 487, menempatkan Indonesia nomor enam terendah nilai skornya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.