Dua Remaja Pecahkan Masalah yang Membingungkan Charles Darwin
📅 Senin, 14 Agu 2023, 06:10 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: AFP/ Wikimedia
Pencetus teori evolusi Charles Darwin bingung ketika secara geologis aneka ragam kehidupan tiba-tiba muncul pada periode Kambrium. Hasil temuan batuan dua remaja di Inggris menunjukkan pada periode Prakambrium telah ada kehidupan yang selanjutnya berevolusi.
Pada tahun 1956, seorang gadis remaja bernama Tina Negus sedang musim panas di Hutan Charnwood, di Leicestershire, Inggris, bersama keluarganya. Saat menjelajahi hutan itu, ia melihat jejak aneh di permukaan batu yang menjorok.
Motif di permukaan batu tampak seperti tumbuhan pakis haji yang bercabang-cabang. Tapi sebagai seorang ahli geologi pemula, Negus tahu batuan berumur 600 juta tahun ini terlalu tua untuk ditumbuhi tanaman semacam itu.
Menurut catatan fosil ketika itu, spesies flora kompleks pertama tidak akan muncul setidaknya enam puluh juta tahun lagi. Itu terjadi setelah peristiwa yang dikenal sebagai ledakan Kambrium (Cambrian explosion) yang disebut sebagai dentuman besar (big bang) versi biologi.
Ketika ledakan Kambrium terjadi, secara tiba-tiba menciptakan keanekaragaman hayati. Hal ini membuat dilema paling menjengkelkan yang dihadapi Charles Darwin sebagai pencetus teori evolusi. Dalam bukunya yang terkenal,On the Origin of Species, Darwin tidak dapat menemukan jawaban yang memuaskan untuk dua pertanyaan yang mengganggu itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dua pertanyaan mengganggu yang membuat Darwin tidak pernah bisa tidur dengan nyenyak adalah: Dari mana semua keragaman kehidupan ini tiba-tiba muncul? Dan bagaimana itu berkembang begitu cepat?
Ketika Negus kembali ke sekolah, dia menunjukkan gosokan pensil dari penemuan 'pakisnya' kepada guru geografinya. Tapi guru itu tidak percaya padanya. Setahun kemudian, pada 1957, tiga remaja laki-laki sedang bermain di dekat permukaan batu yang sama dan mereka juga melihat fosil yang sama.
Salah satu dari remaja ini adalah Roger Mason yang berusia lima belas tahun, menggoreskan pensil dari fosil tersebut agar ayahnya dapat memberikan desain tersebut kepada dosen universitas setempat. Butuh sedikit waktu untuk meyakinkan, tetapi setelah melihat fosil dengan matanya sendiri, ahli geologi Trevor Ford menegaskan bahwa ini memang fosil tanaman Prakambrium (Precambrian) yang mungkin pernah hidup di dasar laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menamai makhluk berbentuktubularberbentuk daunCharnia masoniyang diambil dari nama Mason. Berkat penemuanCharniaserta teknik penanggalan yang ditingkatkan, ahli paleontologi di seluruh dunia akhirnya dapat melihat fosil tua dengan persepsi baru.
Bentuk kehidupan yang pernah dianggap hidup di Kambrium kini berubah menjadi jauh lebih tua. Beberapa bulan setelah Ford menerbitkan temuannya, misalnya, para ilmuwan di Australia menerbitkan penemuan daunCharnialain dari Prakambrium.
Belakangan,CharniaPrakambrium juga ditemukan di Russia dan Kanada. Fosil di Charnwood jelas bukan kebetulan. Sebagai bukti adanya kehidupan yang rumit sebelum ledakan Kambrium, itulah yang dicari-cari oleh Darwin dan penerusnya.
Sebabkan Kegemparan
Sementara penemuan itu menyebabkan kegemparan dalam komunitas ilmiah, Negus tidak menyadari dampak yang ditimbulkan oleh fosil pakisnya yang aneh. Baru pada 1961, dia akhirnya mengetahui apa yang terjadi pada fosilnya dan seberapa besar pengaruhnya.
Pada 2004, dia melihat sesi wawancara dengan Roger Mason di mana dia membahas ceritanya tentang penemuan fosil tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!