Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Minyak Mentah Turun di Perdagangan Asia

📅 Kamis, 10 Agu 2023, 10:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Minyak Mentah Turun di Perdagangan Asia Doc: ANTARA/REUTERS/Alexander Manzyuk
Ket. Dongkrak pompa minyak di Almetyevsk di Republik Tatarstan, Rusia 4 Juni 2023.

SINGAPURA - Harga minyak turun di awal perdagangan Asia pada Kamis (10/8), setelah mencapai tertinggi baru di sesi sebelumnya karena kekhawatiran tentang ekonomi Tiongkok mengalahkan dampak positif dari penurunan tajam stok bahan bakar AS dan pengurangan produksi Saudi dan Rusia.

Minyak mentah berjangka Brent tergelincir 20 sen atau 0,2 persen, menjadi diperdagangkan di 87,35 dolar AS per barel pada pukul 00.06 GMT, setelah mencapai level tertinggi sejak 27 Januari di sesi sebelumnya.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) berkurang 23 sen atau 0,3 persen, menjadi diperdagangkan pada 84,17 dolar AS, setelah mencapai level tertinggi sejak November 2022.

Data Tiongkok pada Selasa (8/8) menunjukkan impor minyak mentah pada Juli turun 18,8 persen dari bulan sebelumnya ke tingkat harian terendah sejak Januari.

Sektor konsumen Tiongkok juga jatuh ke dalam deflasi dan harga gerbang pabrik memperpanjang penurunan pada Juli, karena ekonomi terbesar kedua di dunia itu berjuang untuk menghidupkan kembali permintaan.

Namun, harga didukung oleh data pemerintah pada Rabu (9/8) yang menunjukkan bahwa stok bensin AS turun 2,7 juta barel pekan lalu, sementara persediaan sulingan, termasuk solar dan minyak pemanas, turun 1,7 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk keduanya tetap stabil.

Harga juga didukung rencana pengekspor utama Arab Saudi untuk memperpanjang pemotongan produksi sukarela sebesar 1 juta barel per hari untuk satu bulan lagi termasuk September. Rusia juga mengatakan akan memangkas ekspor minyak sebesar 300.000 barel per hari pada September.

Investor sekarang menunggu Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk Juli, yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat, yang diperkirakan akan menunjukkan sedikit percepatan dari tahun ke tahun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.