Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Harus Berhati-hati, Polres Catat 10 Orang Meninggal di Jalur Rawan Kecelakaan Cianjur

📅 Jumat, 04 Agu 2023, 17:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Harus Berhati-hati, Polres Catat 10 Orang Meninggal di Jalur Rawan Kecelakaan Cianjur Doc: ANTARA/Ahmad Fikri
Ket. Kasat Lantas Polres Cianjur, Jawa Barat, AKP Anaga Budiharso.

Cianjur - Warga harus berhati-hati, Polres Cianjur, Jawa Barat mencatat 10 orang meninggal dalam kecelakaan di dua jalur rawan kecelakaan di Kabupaten Cianjur, periode Januari-Juli 2023, sehingga pengguna jalan diminta lebih ekstra hati-hati dan waspada saat melintas.

Kasatlantas Polres Cianjur AKP Anaga Budiharso, mengatakan dua jalur rawan yang disebut jalur tengkorak di Cianjur itu, Jalan Raya Cianjur-Sukabumi tepatnya Kecamatan Gekbrong dan Jalan Raya Bandung-Cianjur mulai dari Karangtengah sampai Haurwangi.

"Selama ini jalur yang dikenal sebagai jalur rawan laka atau tengkorak ada tiga Jalur Puncak-Cianjur, Sukabumi-Cianjur dan Bandung-Cianjur, namun angka kecelakaan di jalur Puncak sudah dapat ditekan sejak satu tahun terakhir," katanya.

Sebagian besar korban laka lantas di jalur tengkorak merupakan pengendara sepeda motor dan truk rem blong karena kondisi jalan di dua jalur menurun dan menanjak tajam serta kondisi jalan lurus yang lebih dari 8 kilometer sehingga membuat pengendara kurang waspada.

Tercatat sepanjang Januari hingga Juni 2023, di kedua jalur terjadi 15 kasus kecelakaan yang menyebabkan 10 orang korban meninggal dunia, 7 diantaranya terjadi di jalur Bandung-Cianjur dan 5 orang meninggal di Jalur Sukabumi-Cianjur.

"Masih tingginya kasus kecelakaan di jalur tersebut, membuat kami menambah sejumlah rambu dan menempatkan anggota saat kendaraan padat melintas guna mengimbau pengendara tetap berhati-hati dan waspada saat melintas," katanya.

Pengendara juga diimbau untuk mengikuti aturan berlalu lintas dengan mengutamakan keselamatan bukan kecepatan karena dapat menyebabkan kecelakaan yang berujung kehilangan nyawa terutama pengendara sepeda motor dan angkutan besar seperti truk.

Untuk menekan tingginya angka kecelakaan yang disebabkan rem blong kepolisian bersama dinas terkait secara rutin meningkatkan pemeriksaan kelaikan kendaraan khusus untuk truk barang dan angkutan umum.

"Kami juga menggencarkan operasi gabungan di terminal atau langsung ke garasi bus dan truk angkutan barang karena kendaraan besar rentan mengalami kecelakaan rem blong akibat perawatan berkala yang jarang dilakukan," kata Anaga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

34 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.