Jamur 'Candida Auris' Menular, Parahnya Bisa Mengancam Jiwa
📅 Kamis, 03 Agu 2023, 11:26 WIB | Oleh: Tim PenulisSayangnya, beberapa jenis C. auris resisten terhadap pengobatan dengan echinocandins. Bagaimana mereka melakukannya? Selama beberapa dekade, para ilmuwan telah mempelajari bagaimana jamur melawan senyawa yang dirancang untuk melemahkan atau membunuh mereka. Dalam kasus echinocandins, C. auris biasanya menggunakan tiga strategi: sembunyi, membangun kembali dan bermutasi.
Mekanisme pertama adalah menyelimuti diri mereka sendiri dalam biofilm, kamuflase kompleks dari gula, protein, DNA dan sel yang tahan terhadap obat.
Lapisan ini sangat berbahaya ketika sel jamur tumbuh pada peralatan medis seperti aerator trakea atau kateter, karena begitu dilepaskan dari biofilm, sel yang telah memperoleh kemampuan untuk melawan obat menjadi lebih berbahaya bagi pasien yang sedang diobati.
Strategi kedua adalah membangun dinding sel yang berbeda. Ketika sel jamur diobati dengan echinocandins, mereka berhenti memproduksi beta-glukan dan mulai membuat lebih banyak kitin. Echinocandins tidak dapat menghentikan produksi kitin, sehingga jamur dapat membangun kembali dinding sel baru yang tahan dan menghindari kerusakan. Meskipun ada beberapa obat yang dapat menghentikan produksi kitin, saat ini tidak ada yang disetujui untuk penggunaan klinis.
Sebaiknya Anda baca juga:
Strategi ketiga adalah mengubah struktur kimia enzim penghasil beta-glukan sehingga echinocandins tidak dapat menghalanginya. Mutasi ini memungkinkan produksi polisakarida ini terus berlanjut meskipun ada obat. Tidak mengherankan jika Candida auris menggunakan strategi ini untuk melawan obat antijamur, karena strategi ini sangat efektif untuk menjaga sel tetap hidup.
Taktik baru dalam perang melawan jamur
Para ilmuwan sedang mencari taktik untuk memerangi infeksi jamur yang resisten terhadap echinocandin. Pendekatan pertama adalah menemukan obat baru. Sebagai contoh, dua obat yang sedang dikembangkan, rezafungin dan ibrexafungerp, tampaknya dapat menghentikan produksi beta-glukan bahkan pada jamur yang kebal echinocandin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Strategi pelengkap adalah dengan menguji kemanjuran kelas enzim yang disebut glukosidase. Beberapa protein ini secara aktif menghancurkan dinding sel jamur, secara bersamaan membelah beta-glukan dan kitin, yang dapat membantu mencegah jamur bertahan hidup pada peralatan rumah sakit.
Tujuan akhir dari penelitian ini adalah untuk memberikan terapi yang efektif dan mencegah penyebaran infeksi resisten, sebuah pertempuran melawan jamur patogen yang sedang dilakukan di laboratorium dan rumah sakit di seluruh dunia. Pada akhirnya, mari kita berharap bahwa suatu hari nanti para dokter akan sering mengatakan kepada pasien mereka: " Kamu terkena infeksi jamur, tetapi sekarang kami memiliki pengobatan yang baik".
Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Spanyol![]()
Manuel Peinado Lorca, Catedrático de Universidad. Director del Real Jardín Botánico de la Universidad de Alcalá, Universidad de Alcalá dan José Miguel Sanz Anquela, Profesor Honorífico. Departamento de Medicina y Especialidades Médicas, Universidad de Alcalá
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!