Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Warga Venesia Memohon Agar Turis Tak Datang ke Kota Mereka Karena Menimbulkan Kepadatan

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 19:18 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Warga Venesia Memohon Agar Turis Tak Datang ke Kota Mereka Karena Menimbulkan Kepadatan Doc: AFP/ANDREA PATTARO
Ket. Turis berjalan menuju Lapangan Santo Markus di Venesia, Italia, pada Senin (31/7) lalu. UNESCO merekomendasikan agar Venesia dimasukkan dalam daftar Warisan Dunia dalam kategori bahaya, karena tindakan yang tidak memadai untuk melindungi kota tersebut dari pariwisata dan perubahan iklim

VENESIA - Jembatan Rialto yang terkenal di Venesia dipadati turis pada Senin (31/7), dan pada hari yang sama UNESCO merekomendasikan kota berair itu dimasukkan ke dalam daftar terancam punah, dengan alasan pariwisata berlebihan dan kekhawatiran lainnya.

Berswafoto, menjilati gelato, dan mendorong koper, gerombolan pengunjung tampaknya dengan senang hati dan tidak menyadari kemungkinan penurunan peringkat yang dikatakan UNESCO karena risiko kerusakan yang tidak dapat diubah.

Turis asal New York, Ashley Park, 28 tahun, mengatakan dia tahu akan ramai di Venesia, tetapi hal itu diharapkan tidak akan merusak masa liburannya.

"Jelas, jika kita tinggal di sini dengan semua turis ini, tidak akan menyenangkan," aku dia.

Di antara kerumunan di jembatan bersejarah itu adalah pekerja kota Diego Nechifrovo, 23, yang mengenakan kaus #EnjoyRespectVenezia, yang sibuk mengawasi turis yang nakal.

"Kadang-kadang saya melihat seseorang membuang puntung rokoknya atau berjalan-jalan tanpa kaus," kata dia, sembari memperhatikan sekantong keripik kentang yang dibuang sembarangan di depan pintu sebuah toko perhiasan.

"Itu (kantong keripik) tak seberapa jika dibandingkan yang paling buruk. Suatu kali sebuah keluarga duduk tepat di depan Istana Doge dan mulai mengadakan piknik," gerutu dia.

Beberapa pekan lalu, seorang turis yang kebingungan jatuh ke air, kata Nechifrovo. "Dia berusaha mendapatkan swafoto yang bagus," tutur dia.

Seorang penjual cat air yang adalah penduduk asli Venesia bernama Claudio, juga mengeluhkan kepadatan turis di kotanya. "Mereka datang ke Venesia karena itu Venesia. Itu saja," ucap dia. "Lazimnya turis berpendidikan, mereka mengunjungi dan menikmati banyak gereja dan museum kota. Namun yang datang sekarang malah tidak tahu apa itu museum. Itu bukan wisata budaya," ujar dia.

"Mereka harus pergi ke pantai, atau pegunungan, tapi tidak di sini!" keluh Claudio. "Tolong jangan datang lagi!" pungkas dia. AFP/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

58 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.