Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

WNA Azerbaijan Rampok Money Changer Rp191 Juta di Bali, Modus Tukar Uang

📅 Selasa, 29 Jul 2025, 12:00 WIB | Oleh:
WNA Azerbaijan Rampok Money Changer Rp191 Juta di Bali, Modus Tukar Uang Doc: Instagram

Kuta, Bali – Aksi kriminal warga negara asing kembali mengguncang kawasan wisata Kuta, Bali. Seorang pria asal Azerbaijan berinisial TFO (35) ditangkap aparat kepolisian setelah mencoba merampok sebuah money changer dengan modus penukaran uang. Jumlah uang yang berhasil digondol pelaku sebelum akhirnya digagalkan mencapai Rp191 juta.

Peristiwa ini terjadi ketika pelaku datang ke sebuah money changer dengan niat mencurigakan. TFO mengaku ingin menukarkan uang sebesar 12.000 dolar Amerika Serikat. Namun, alih-alih melakukan transaksi di tempat, ia meminta agar uang tunai dikirim langsung ke sebuah vila di kawasan Kuta.

Permintaan itu dilayani pihak money changer. Dua orang karyawan, Moch Ezekiel Tan dan M Faisal, berangkat menuju vila sambil membawa uang sebesar Rp191.150.000. Sesampainya di lokasi, keduanya menghitung uang di hadapan TFO. Namun, situasi berubah mencekam ketika seorang pria lain muncul dan mengaku sebagai anggota Interpol.

Tanpa banyak bicara, pria tersebut langsung menyerang kedua karyawan. Dalam kekacauan itu, uang ratusan juta dibawa kabur. Namun aksi pelarian pelaku tidak berjalan mulus. Salah satu karyawan dengan sigap menabrakkan sepeda motornya ke arah pelaku, membuatnya terjatuh dan uang berserakan di jalan.

Warga sekitar yang melihat kejadian itu langsung membantu mengamankan TFO. Polisi dari Polsek Kuta pun tiba di lokasi dan membawa pelaku ke kantor polisi untuk diperiksa lebih lanjut. Sementara itu, rekan pelaku yang berpura-pura menjadi Interpol berhasil melarikan diri dan kini masih dalam pengejaran pihak berwajib.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi membenarkan kejadian tersebut. "Pelaku diamankan bersama barang bukti uang tunai. Kami masih memburu satu pelaku lainnya yang kabur," ujarnya.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan dalam transaksi tunai, apalagi di wilayah wisata yang kerap menjadi incaran pelaku kejahatan lintas negara. Polisi mengimbau agar transaksi dengan jumlah besar tetap dilakukan di tempat resmi dan diawasi ketat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.