Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Junta Tuduh Prancis Hendak Bebaskan Presiden Bazoum

📅 Selasa, 01 Agu 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Junta Tuduh Prancis Hendak Bebaskan Presiden Bazoum Doc: AFP/FACEBOOK
Ket. Mohamed Bazoum

NIAMEY - Junta militer yang merebut kekuasaan di Niger pekan lalu menuduh Prancis merencanakan serangan untuk membebaskan Presiden Mohamed Bazoum yang ditahan dan mengembalikan pemerintah yang digulingkan.

Niger adalah sebuah negara di Afrika barat bekas koloni Prancis yang merdeka pada 1960, dan Kementerian Luar Negeri Prancis telah membantah tuduhan itu. Mereka mengatakan bahwa pemerintah Prancis hanya mengakui Bazoum sebagai pemimpin Niger yang sah dan hanya berupaya melindungi warga negara dan kepentingan Prancis di sana.

Uni Afrika, PBB, dan negara-negara lain termasuk Prancis telah mengutuk tindakan junta yang menggulingkan pemerintah terpilih Niger. Aksi itu menjadi kudeta militer ketujuh dalam waktu kurang dari tiga tahun di Afrika barat dan Afrika tengah.

Laporan soal rencana Prancis itu muncul satu hari setelah blok regional Afrika barat, ECOWAS, menjatuhkan sanksi kepada junta. ECOWAS juga menyatakan bahwa mereka dapat mengizinkan penggunaan kekuatan untuk memulihkan kekuasaan Bazoum, yang dikurung di istana presiden oleh para pengawalnya.

Presiden Chad, Mahamat Idriss Deby, pada akhir pekan lalu terbang ke Niger untuk berusaha memediasi konflik. Pada Senin (31/7) pagi, ia mengunggah foto-foto pertama Bazoum sejak kudeta.

Deby mengaku telah bertemu dengan Bazoum dan pemimpin kudeta Jenderal Abdourahamane Tiani untuk mencari cara menemukan solusi damai.

Salah satu pelaku kudeta, Kolonel Amadou Abdramane, dalam pidato televisi mengatakan bahwa pemerintah yang digulingkan telah memberi izin kepada Prancis untuk melakukan serangan ke istana presiden. Izin diberikan melalui pernyataan yang ditandatangani Menteri Luar Negeri Hassoumi Massoudou, yang bertindak sebagai perdana menteri.

Abdramane tidak menjelaskan serangan seperti apa dan tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung pernyataan.

Junta militer telah memperingatkan negara lain untuk tidak berusaha membebaskan Bazoum karena akan memicu kekacauan.

Perebutan kekuasaan di Niger juga telah menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan di wilayah itu. Saat ini pasukan Prancis dan negara-negara lain sedang berada di Niger untuk membantu tentara melawan kelompok bersenjata yang menyebar di Sahel, wilayah yang membentang dari Senegal ke Sudan. Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
PBB Desak Perusahaan AI Tra...
Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.