Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Peringatan Cuaca, AS Waspadai Gelombang Panas Berbahaya dan Banjir

📅 Minggu, 30 Jul 2023, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Peringatan Cuaca, AS Waspadai Gelombang Panas Berbahaya dan Banjir Doc: Antara/Xinhua
Ket. Arsip - Warga Amerika membasahi diri mereka di sebuah pancuran di Los Angeles, AS. Gelombang panas lebih sering terjadi daripada biasanya di seluruh AS daripada rata-rata dua gelombang panas per tahun pada 1960-an menjadi enam per tahun pada 2010-an dan 2020-an.

Washington - Gelombang panas berbahaya akan terus melanda wilayah Pantai Timur dan dataran tengah Amerika Serikat (AS) selama akhir pekan ini yang memicu Dinas Cuaca Nasional (NWS) mengeluarkan peringatan sengatan panas bagi jutaan orang.

Lebih dari 190 juta orang, atau 60 persen dari populasi AS, diminta mewaspadai sengatan panas atau banjir sejak Kamis (27/7), menurut NWS.

Ahli meteorologi di Pusat Prediksi Cuaca NWS Bob Oravec mengatakan gelombang panas menghantam "semua kota besar" di AS sehingga dampaknya dirasakan oleh sebagian besar populasi.

Jutaan orang di pesisir Virginia hingga Washington, DC dan Boston diperkirakan akan mengalami akhir pekan terpanas selama musim panas ini.

NWS juga mengeluarkan "Peringatan Panas Berlebihan" untuk Kota New York mulai Kamis pukul 11.00 hingga Jumat pukul 21.00 waktu setempat (Sabtu pukul 08.00 WIB).

NWS mengatakan suhu di New York diperkirakan mencapai lebih dari 30 derajat Celcius dengan indeks panas 40 derajat Celcius.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres pada Kamis (27/7) juga telah memperingatkan bahwa "era pendidihan global telah tiba" karena Juli ditetapkan sebagai bulan terpanas yang pernah tercatat di Bumi.

''Perubahan iklim adalah nyata. Itu menakutkan. Dan ini baru permulaan. Era pemanasan global telah berakhir; era pendidihan global telah tiba,'' kata Guterres kepada wartawan di markas besar PBB di New York.

Presiden AS Joe Biden pada Kamis (27/7) juga mengumumkan serangkaian langkah untuk membantu warganya menghadapi gelombang panas ekstrem.

Salah satunya adalah meminta Departemen Tenaga Kerja untuk mengeluarkan peringatan bahaya panas dan meningkatkan penegakan undang-undang ketenagakerjaan untuk melindungi pekerja.

Peringatan itu dimaksudkan untuk mengingatkan pemberi kerja bahwa pekerja dilindungi oleh negara terkait gelombang panas, dan departemen harus menindak segala jenis pelanggaran yang dilakukan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Trump Teken Percepatan Tekn...
Megapolitan
Kebudayaan Harus Menjadi Id...
Megapolitan
Puncak HUT Jakarta Dipusatk...
Nasional
Stimulus Harus Diikuti Refo...

Wabah Ebola Kongo Tembus 1.000 Kasus

55 menit yang lalu | Lukman

Luar Negeri
Wabah Ebola Kongo Tembus 1....
Luar Negeri
Yen Jepang Dekati Titik Ter...

Remake 'The Blair Witch Project' Dijadwalkan Rilis Tahun 2027

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Rona
Remake 'The Blair Witch Pro...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.