Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

DKI Pilih Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Lingkungan

📅 Jumat, 28 Jul 2023, 05:21 WIB | Oleh:
DKI Pilih Pertumbuhan Ekonomi Berbasis Lingkungan Doc: ANTARA/ HO-Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta
Ket. Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta Afan Adriansyah bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto dalam acara Festival Ekonomi Sirkular (FES) 2023 di Taman Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2023).

JAKARTA - Pertumbuhan ekonomi berbasis lingkungan menjadi pilihan Pemprov DKI Jakarta. Hal ini sekaligus mendukung program pengurangan sampah Jakarta.

"Pertumbuhan ekonomi perlu kita dorong secara cepat. Tapi, ada aspek lingkungan yang juga harus dijaga. Kalau kita semua mau berkelanjutan, otomatis lingkungan hidup harus terjaga kelestariannya," kata Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Afan Adriansyah,di Jakarta, Rabu, ketika membuka Festival Ekonomi Sirkular(FES) 2023 di Taman Menteng.

Kegiatan FES2023diselenggarakanDinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta berlangsung hingga Kamis (27/7). Tujuannya, meningkatkan kesadaran masyarakat mengurangi sampah dari sumber. Afan menjelaskanekonomi sirkular merupakan konsep untuk memaksimalkan nilaisuatu barang agar bisa dipakai secara berulang sehingga tidak ada sumber daya yang terbuang.

Konsep ini biasanya digunakan salah satunya dalam pengurangan limbah dan polusi. Untuk memperkenalkan konsep tersebut, digelar beragam kegiatan seperti, pameran, talkshow (diskusi), sesi berbagi pengalaman, pelatihan (workshop), dan lomba.

Dalam acara tersebut menghadirkan puluhan stan pameran yang diisipegiat persampahan mulai dari pegiatbiokonversimaggotblack soldier fly, pegiatbank sampah, pegiatkompos, dan pegiatecoenzyme.

Lalu, UMKM Hijau, perusahaan rintisan, industri produk konsumen putaran cepat (fastmoving consumer good/ FMCG), kelompok tani hutan (off taker), sampai lembaga keuangan. Selain itu, Afan menyebut ekonomi sirkular merupakan solusi dari ekonomi yang mengedepankan aspek keberlanjutan.

Dengan adanya konsep ekonomi sirkular ini bisa mencakup dua hal penting sekaligus, yaitu keberlanjutan ekonomi sekaligus lingkungan. "Festival ini juga merupakan komitmen dari kita untuk mengedukasi masyarakat untuk lebih sadar terhadap ekonomi sirkular tersebut," ujar Afan.

Bermanfaat

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, ekonomi sirkular akan terjadi jika pengelolaan sampah di sumber dilakukan dengan baik. "Sampah jika bisa dikelola dengan baik dari rumah, selain ada manfaat untuk kesehatan, itu juga akan ada manfaat bagi kesehatan ekonominya," ucap Asep.

Adapun peluang ekonomi sirkular ini akan terus berkembang jika dikelola dengan serius, baik oleh pemerintah maupun pemangku kepentingan terkait. Berdasarkan kajian, potensi ekonomi dari hasil pengelolaan sampah di Jakarta mencapai triliunan rupiah.

Dia memberi contoh, budi daya maggot hidup per hari dapat menghasilkan 1,8 triliun, pupuk cair 3,8 triliun, pupuk padat 1,3 triliun, hingga bisa menciptakan 1,3 juta lapangan pekerjaan baru. Melihat potensi tersebut, kegiatan ini berpeluang menyasar perbankan untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi sirkular.

Sementara itu, Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama Sekretariat Asean menyelenggarakan Forum Dialog Kebijakan Regional tentang Ekonomi Sirkular. Dari kegiatan ini diharapkan akan mempromosikan prinsip-prinsip ekonomi sirkuler. "UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian regional. Terdapat lebih dari 70 juta UMKM Asean. Namun tingkat ekspor rata-rata UMKM masih rendah, baru 18 persen," kata Deputi Bidang UKM KemenKopUKM Hanung Harimba Rachman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.