Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Transformasi Sistem Pangan Masuk dalam RPJPN 2025-2045

📅 Kamis, 27 Jul 2023, 09:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Transformasi Sistem Pangan Masuk dalam RPJPN 2025-2045 Doc: ANTARA/HO-Bappenas
Ket. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa foto bersama dalam United Nations Food Systems Summit (UNFSS) +2 Stocktaking Moment 2023 di Kantor Pusat Food and Agriculture Organization (FAO) di Roma, Italia, Senin (24/7/2023).

JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa menyampaikan tiga poin terkait pandangan Indonesia terhadap peran transformasi sistem pangan global untuk mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

"Pertama, Indonesia berkomitmen untuk mengubah sistem pangan di tingkat nasional dan daerah," ujar dia dalam United Nations Food Systems Summit (UNFSS) +2 Stocktaking Moment 2023 di Kantor Pusat Food and Agriculture Organization (FAO) di Roma, Italia.

Suharso dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/7), menyebutkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan telah mengamanatkan Indonesia untuk mengubah sistem pangan menjadi lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan terbesar dan beragam, lanjut dia, melokalkan sistem pangan berdasarkan kekayaan keanekaragaman hayati dan sosial budaya lokal Indonesia adalah salah satu cara mengubah sistem pangan tanah air.

"Dalam hal ini, Indonesia mempertimbangkan transformasi sistem pangan pertanian dan nexus of Food, Energy, Water sebagai bagian penting dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045," kata Menteri PPN.

Poin kedua yaitu memperkuat sektor pertanian dan dukungan terhadap petani skala kecil yang dinilai krusial dalam transformasi sistem pangan di Indonesia.

"Petani skala kecil memiliki peran penting dalam sistem pangan. Untuk itu, pemerintah Indonesia mengambil peran melalui penciptaan enabling environment yang mendukung petani skala kecil," ucap Kepala Bappenas.

Adapun poin terakhir ialah urgensi kemitraan multi-pihak yang lebih kuat dan inklusif dalam transformasi sistem pangan. Dalam hal ini, Indonesia dinyatakan telah melaksanakan rangkaian dialog dan kemitraan yang bersifat multi-pihak, antara lain dalam perumusan Rencana Aksi Daerah Pangan dan Gizi.

Selain itu, dana alokasi khusus juga merupakan instrumen untuk memfasilitasi pemerintah daerah dalam membangun sistem pangan lokal mereka.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Pemkot Bogor Tertibkan 516 ...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.