Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Panik Harga Bakal Melonjak, Kementan Imbau Petani Tanam Kedelai

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Panik Harga Bakal Melonjak, Kementan Imbau Petani Tanam Kedelai Doc: Sumber: BPS, Kementan - KJ/ONES

JAKARTA - Imbauan Kementerian Pertanian (Kementan) kepada jajaran pemerintah daerah (pemda) agar meminta petani menanam kedelai menjelang kemarau panjang (El Nino), sebagai bukti sikap panik karena tidak punya perencanaan yang matang.

Imbauan yang disampaikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, itu karena panik dengan kemungkinan kelangkaan komoditas kedelai saat El Nino, sehingga harga bisa melonjak tiga kali lipat. Padahal kedelai merupakan bahan baku utama makanan rakyat seperti tahu, tempe, dan kecap.

Pakar pertanian dari UPN Veteran Jawa Timur, Zainal Abidin, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Senin (24/7), mengatakan, selama ini petani kedelai diabaikan dan tidak diperhatikan. Begitu ada ancama El Nino, mereka langsung meminta petani menanam kedelai.

Menurut Zainal, seruan agar petani menanam kedelai secara mendadak menjelang fenomena El Nino sulit diharapkan akan menghasilkan produksi yang baik dan cukup memenuhi kebutuhan nasional yang sangat besar.

"Cara berpikir seperti ini sulit bisa dipahami. Sekarang sudah masuk kekeringan, sementara budi daya kedelai membutuhkan tanah dengan kelembaban tertentu. Maka akan sulit penanaman bisa menghasilkan tingkat produksi yang bisa diharapkan. Padahal kebutuhan kedelai kita besar sekali, bahkan sekarang direkomendasikan pakan ternak juga menggunakan kedelai agar menghasilkan susu yang banyak," kata Zainal.

Program peningkatan produksi kedelai bukan sesuatu yang bisa dilakukan dalam satu musim, perlu pembinaan yang terus-menerus. Jadi, seruan ini dikeluarkan dari pada tidak ada program. Selain itu, varietas kedelai lokal kualitasnya jauh tertinggal, hanya sekitar 1,2 ton per hektare, dibanding Thailand, yang bisa menghasilkan empat ton per hektare.

"Perlu ada pemuliaan varietas dan ini bisa dilakukan oleh lembaga-lembaga riset kita sendiri, dan sudah keniscayaan bahwa pemenuhan kedelai harus dilakukan dengan subtitusi impor," kata Zainal.

Tarif Tidak Diatur

Sebaiknya Anda baca juga:

Dalam kesempatan terpisah, pakar pertanian dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, mengatakan saat ini memang momentum yang tepat menanam kedelai lokal, namun dorongan Kementan tak akan efektif apabila tidak mengintervensi dari sisi harga.

Sejak 2013, kedelai dan gandum merupakan dua komoditas yang tidak diatur tarif impornya atau unregulated. Itu termuat dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 133/ PMK.011/2013. Permen yang ditandatangani Menkeu pada 3 Oktober 2013 mengenakan tarif nol persen untuk impor dua komoditas tersebut.

"Seperti apa pun kebijakan pemerintah kalau tidak didukung kebijakan tarif menahan impor maka upaya meningkatkan produksi lokal tidak akan efektif. Petani tak akan tertarik karena tidak ada jaminan dari sisi harga," tandas Dwi.

Jika pemerintah mampu menjaga harga 11-12 ribu rupiah per kilogram (kg) di tingkat petani, mereka akan tertarik. Kalau tidak, petani akan beralih tanam kacang hijau yang saat ini harganya lebih menguntungkan, yakni 18-20 ribu rupiah per kg di tingkat petani.

"Intinya, seperti apa pun upaya pemerintah, kalau tidak didukung dengan kebijakan tarif maka program itu tak akan efektif. Karena inti dari petani ialah jaminan pasar, untuk apa menanam kalau tidak ada yang beli," tegas Dwi.

Sementara itu, Koordintor Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan untuk Pangan, Said Abdullah, mengatakan selain perubahan iklim menuntut adaptasi yang tepat untuk mengeliminir dampaknya, faktor yang tidak kalah penting adalah pendampingan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

33 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

57 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.