Jelang Tahun Politik 2024, Ketum Pemuda Katolik Emban Misi Konsolidasi Awam

Selasa, 25 Jul 2023, 23:59 WIB

JAKARTA- Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma mengunjungi Komisariat Daerah (Komda) Nusa Tenggara Timur dalam rangkaian konsolidasi awam menjelang tahun politik 2024.

Dalam kunjungan itu, Gusma menyambangi beberapa kabupaten di NTT selama beberapa hari kedepan. Mulai dari Kabupaten Flores Timur, Kota Kupang hingga ke daerah Pulau Terluar Indonesia, Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Ket. Foto: Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma — Sumber: Istimewa

"Kebetulan untuk beberapa rangka kegiatan, pasca Rapimnas di Pekanbaru, saya memang diberi satu tanggung jawab untuk konsolidasi, apalagi menjelang tahun politik ini,"kata Gusma disela-sela pembukaan Open Turnamen Futsal yang digelar Pemuda Katolik Komda NTT, Senin (24/7).

Dia mengatakan konsolidasi awam sebagai bentuk motivasi, semangat dan menganimasi program-program nasional yang bisa diterapkan di daerah.

Pada Pemilu 2024 nanti, Gusma menghimbau agar para kader Pemuda Katolik ambil bagian pada pesta demkorasi tersebut.

Sehingga Gusma menekankan Pemuda Katolik mesti terus mengkonsolidasikan para kadernya untuk turut terlibat dalam pelaksanaan Pemilu 2024 mendatang.

Sebab, dari awal tahun pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus di daerah untuk mempersiapkan kader-kader terbaik mereka agar ikut serta.

Seperti menjadi bagian pada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten/Kota dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten/Kota.

Untuk para kader yang berniat maju di Pemilihan Legislatif (Pileg) lintas partai, secara organiasi, Pemuda Katolik komitmen mendukung mereka melalui dukungan jejaring organisasi yang ada dan struktur organisasi yang dapat dimaksimalkan dari tingkat pusat, provinsi, kota, kabupaten hingga kecamatan.

"Kita punya misi mempersembahkan kader kita untuk bangsa dangerejalewat kompetisi politik,pemilunanti,"tambah Stefanus.

Terkait keberagaman,Pemuda Katolik secara nasional telah deklarasi Pemuda Negarawan Lintas Agama yang terdiri dari Ansor, Muhammadyah, GAMKI, Prada, Khonghucu dan ormas keagamaan lainnya sebagai contoh etalase pemuda yang berkontribusi dan berperan.

Bukan sekedar seremonial, namun memiliki tanggung jawab moril menjaga situasi kondusif, pemilu aman dan damai.

"Sehingga, masyarakat bukan hanya menjadi objek, namun tercerahkan dalam wacana dan pendidikan politik," kata Gusma.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.