Bukan di Cappadocia, Intip Tradisi Balon Udara Raksasa 20 Meter yang Hiasi Langit Garut Saat Lebaran
Minggu, 22 Mar 2026, 11:16 WIBGARUT -Â Langit di kawasan Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, kembali dihiasi oleh pemandangan ikonik balon-balon kertas berukuran raksasa pada momen Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3).Â
Tradisi bertajuk "Ngapungkeun Balon" yang telah eksis sejak tahun 1960-an ini dinilai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut sebagai aset kearifan lokal yang memiliki daya tarik magnetis bagi wisatawan.
Dengan diameter mencapai 20 meter, penerbangan balon tradisional ini tidak sekadar menjadi ekspresi kegembiraan warga usai berpuasa, namun juga diproyeksikan menjadi agenda wisata tahunan yang dapat memperkuat identitas budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif di Kabupaten Garut.
"Kami memandang kegiatan ini sebagai potensi atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang sangat menarik dan memiliki daya tarik kuat," kata Kepala Disparbud Kabupaten Garut Beni Yoga Gunasantika melalui telepon seluler di Garut, Sabtu.
Ia menuturkan, masyarakat Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, setiap tahunnya saat momentum Hari Raya Lebaran selalu menggelar tradisi menerbangkan balon berukuran raksasa di lapangan terbuka kampung itu.
Agenda rutin tahunan masyarakat itu, kata dia, sebagai wujud kegembiraan dan kebersamaan masyarakat dalam momentum Hari Raya Idul Fitri yang selama bertahun-tahun selalu disambut antusias warga di kampung itu maupun yang datang dari luar kampung.
"Ini merupakan wujud nyata kegembiraan dan kebersamaan warga pasca Idul Fitri. Kita melihat antusiasme yang luar biasa, ini adalah ekspresi budaya dan tradisi yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri," katanya.
Ia mengatakan, Pemkab Garut melalui Disparbud Garut menilai kegiatan tersebut merupakan potensi atraksi wisata berbasis kearifan lokal yang menarik dan memiliki daya tarik kuat.
Selama pelaksanaan tahunan itu, kata dia, selalu berjalan tertib, aman, dan tidak membahayakan, sehingga menjadi agenda rutin tahunan yang dapat menarik orang saat datang atau mudik ke Garut bisa menyaksikan tradisi tersebut.
"Ke depan, kami akan terus melakukan pembinaan agar kegiatan seperti ini bisa dikemas lebih baik, lebih aman, dan menjadi agenda wisata yang membanggakan Kabupaten Garut," katanya.
Tradisi menerbangkan balon berukuran besar itu terbuat dari bahan kertas yang disusun menjadi balon dengan diameter dan panjang atau tinggi yang berbeda-beda ada yang diameter 20 meter dan panjang 10 meter atau banyak juga di bawah ukuran itu.
Tradisi menerbangkan balon tersebut sudah turun temurun sejak tahun 1960-an dan sampai sekarang masih tetap dilestarikan oleh masyarakat Panawuan pada momentum Lebaran.
Kegiatan menerbangkan balon tidak hanya di satu titik, tapi terdapat beberapa lokasi yang diselenggarakan di kampung tersebut dengan jumlah balon yang diterbangkan dalam satu lokasi bisa lebih dari satu balon.
- jawa barat
- ngapungkeun balon
- balon udara garut
- tradisi panawuan
- wisata garut
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Persiapan Sempurna Barcelona Menuju Liga Champions
-
Jakarta dan Bandung Siaga? Cek Daftar Kota yang Bakal Diterjang Hujan Hari Ini
-
Rupiah Nyaris Rp17.000, Menkeu Purbaya: Tinggal Tunggu Waktu untuk Menguat
-
Naik Kelas Jadi BUMN dengan Kinerja Solid, BSI Ubah Peta Perbankan Indonesia
-
Momen Fotogenik Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Didapat Masyarakat di Wilayah NTB
-
Naik 15 Persen, Gunung Papandayan Garut Digeruduk Wisatawan Jakarta dan Bandung
-
Kodam Jaya–PWI Jaya Sepakat Jaga Ekosistem Informasi Sehat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.