Perkuat Ketahanan Pangan dan Air Indonesia Timur: Ini Progres Pembangunan Bendungan Manikin di Kupang
Selasa, 31 Mar 2026, 18:54 WIBJAKARTAâ Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat progres pembangunan Bendungan Manikin di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mencapai 68,98%, melampaui target rencana sebesar 68,57%, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan, air, dan energi di kawasan Indonesia timur.Â
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa pembangunan Bendungan Manikin merupakan langkah strategis pemerintah dalam menjawab tantangan ketersediaan air di wilayah NTT.Â
âBendungan Manikin akan menjadi salah satu infrastruktur dalam mendukung ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur. Dengan penyediaan air irigasi yang andal, kita harapkan produktivitas pertanian meningkat dan indeks pertanaman bisa naik signifikan sehingga kesejahteraan petani meningkat," kata Menteri Dody di Jakarta, Selasa (31/3).
Pembangunan bendungan yang dimulai sejak 2019 ini dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dengan nilai anggaran sekitar Rp2,059 triliun dan saat ini masih berjalan sesuai target.Â
Bendungan Manikin memiliki kapasitas tampung normal sebesar 20,45 juta meter kubik dan akan mendukung pengembangan Daerah Irigasi (DI) seluas 570,86 hektare mencakup DI Tuahanat seluas 100 hektare, D.I Manikin seluas 437 hektare, dan D.I Manumuti seluas 33,86 hektare.Â
Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, indeks pertanaman di wilayah tersebut ditargetkan meningkat dari 200% menjadi 300%, sehingga mampu mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani.
Selain untuk irigasi, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 700 liter per detik, yang masing-masing dialokasikan 350 liter per detik untuk Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.Â
Bendungan Manikin juga berfungsi mereduksi potensi banjir hingga seluas 627 hektare, mencakup wilayah Kelurahan Lasiana di Kota Kupang dan Kecamatan Kupang Tengah di Kabupaten Kupang.Â
Di sisi energi, bendungan ini memiliki potensi pengembangan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) apung sebesar 29,8 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,125 MW.
Dengan berbagai manfaat tersebut, Bendungan Manikin diharapkan tidak hanya menjadi infrastruktur penyedia air, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pertanian, penyediaan air bersih, pengendalian banjir, serta pengembangan energi dan potensi pariwisata lokal.Â
- Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Bendungan Manikin
- Ketahanan Air
- Kementerian PU
- ketahanan pangan nasional
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Gempa M7,7 Lumpuhkan Akses Flores! PU Kebut Perbaikan Jembatan & Jalan
-
Gempa M7,7 Guncang Flores, Polda NTT Bentuk Command Center & Kerahkan Personel
-
Badan Geologi: Gempa M7,7 di Timur Laut Nagekeo Dipicu Sesar Naik Busur Belakang Flores
-
93 Sekolah Rakyat Permanen Dibangun! Prabowo: Ini Cara Putus Rantai Kemiskinan
-
KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu
-
KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan
-
Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.