Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kompleksitas Penyebab Perang Dunia I

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Penyebab selanjutnya adalah Perang Russia-Jepang (1904-1905). Perang tersebut dipicu oleh Kaisar Tsar Nicholas II dari Russia yang ingin mendapatkan pelabuhan yang memberikan akses angkatan laut dan kapal komersialnya ke Pasifik.

Jepang melihat agresivitas Russia yang meningkat sebagai ancaman dan melancarkan serangan mendadak terhadap armada Nicholas di Port Arthur, Tiongkok. Perang yang dihasilkan, terjadi baik di laut maupun di darat Tiongkok, dimenangkan oleh Jepang, dan seperti yang dicatat oleh Beiriger, hal itu menyebabkan terjadinya pergeseran keseimbangan kekuatan di Eropa.

Sekutu Russia yaitu Prancis dan Inggris, yang bersekutu dengan Jepang, lalu menandatangani perjanjian mereka sendiri pada 1904 untuk menghindari terlibat dalam perang. Prancis kemudian meyakinkan Russia untuk bersekutu dengan Inggris juga, meletakkan dasar bagi aliansi mereka dalam Perang Dunia I.

"Selain itu, ekspansi Russia di Timur telah dihentikan oleh Jepang. Ini mengubah ambisi Russia ke arah Barat, terutama di Balkan, dan mempengaruhi garis keras dalam pemerintahan untuk tidak mundur dalam krisis di masa depan," ucap Beiriger, seraya menuturkan bahwa kekuatan tempur Russia itu membantu memicu Perang Dunia I kurang dari satu dekade kemudian.

Pembunuhan di Sarajevo

Pembunuhan Archduke Franz Ferdinand (1914) menjadi pemicu dari PD I. Saat itu, ia pergi ke Sarajevo untuk memeriksa pasukan kekaisaran yang ditempatkan di Bosnia dan Herzegovina. Dia dan istrinya, Sophie, ditembak mati di dalam mobil mereka oleh seorang revolusioner Serbia berusia 19 tahun, Gavrilo Princip.

"Pembunuhan itu menyoroti nasionalisme yang memisahkan Kekaisaran Austro-Hungaria," kata Fogarty.

Ekstremis Serbia sebenarnya menginginkan Franz Ferdinand mati karena mereka takut dia terlalu moderat dan akan mempromosikan pengaturan pembagian kekuasaan yang akan menjaga Bangsa Slavia di kekaisaran.

"Pembunuhannya membunuh gagasan itu, apakah itu realistis atau tidak untuk memulai, dan pembangkangan Serbia yang radikal dan tekad Austria untuk menyelesaikan masalah nasionalisme demi kebaikan, setidaknya sehubungan dengan Serbia," kata Fogarty.

Sebaliknya, ketegangan antara kekuatan Eropa meningkat, karena mereka mengambil sisi yang berbeda dalam krisis tersebut. Tak satupun dari mereka ingin mundur dan tampak lemah. Khawatir pertarungan yang akan berakhir di Russia, Austria-Hongaria meminta bantuan ke Jerman, yang menjanjikan dukungan jika Austria-Hongaria menggunakan kekerasan melawan Serbia. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
Megapolitan
Polres Metro Bekasi Kota Be...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.