5 Fakta Unik yang Membuat Belut Jadi Hewan Paling Aneh di Dunia
📅 Kamis, 20 Jul 2023, 11:15 WIB | Oleh: Tim PenulisMeskipun tidak sepanjang perjalanan belut Eropa, belut sirip pendek Australia juga melakukan migrasi besar-besaran.
Dalam penelitian yang terbut tahun lalu, para peneliti dari Arthur Rylah Institute dan Gunditj Mirring Traditional Owner Aboriginal Corporation menggunakan penanda pelacak satelit untuk memetakan jalur 16 belut dari Port Phillip Bay di lepas pantai Melbourne, menuju Coral Sea di luar Great Barrier Reef. Beberapa belut menempuh jarak hampir 3 ribu km hanya dalam waktu lima bulan.
Perjalanan itu cukup sulit. Alat pelacak menunjukkan beberapa belut menyelam hingga kedalaman hampir seribu meter di bawah permukaan laut, memanfaatkan arus, dan menghindari predator. Namun, tidak semuanya berhasil-setidaknya lima dari belut yang dilacak dimakan oleh hiu atau paus.
2. Belut jago menyelinap dan melewati rintangan
Sebaiknya Anda baca juga:
Pikirkanlah. Ada begitu banyak rintangan antara perairan air tawar dan lautan. Banyak rawa dan lahan basah yang dulunya merupakan jalur yang aman kini telah ditimbun. Keduanya digantikan oleh pertanian, bendungan, dan kota-kota.
Namun, belut bisa menemukan jalan keluar karena kemampuannya bernapas melalui kulit. Artinya, saluran air yang paling dangkal atau halaman yang terendam genangan air pun sudah cukup untuk dilalui belut.
Menurut legenda urban, belut terlihat merayap di selokan kota, lapangan olahraga, atau di atas air mancur kampus universitas, mengikuti jalur kuno menuju laut.
Sebaiknya Anda baca juga:
3. Belut sering berubah bentuk
Bayangkan jika kita harus mengalami masa puber sebanyak empat atau lima kali. Setiap perubahan tubuh akan lebih dramatis dari yang sebelumnya. Perubahan ini membuat kita lebih memahami tentang bagaimana rasanya menjadi belut.
Belut yang bermigrasi harus berubah dari ikan air asin menjadi ikan air tawar dan kembali lagi. Itu berarti mereka memiliki siklus hidup yang luar biasa. Mereka mulai sebagai larva kecil di lautan di Sargasso atau Coral Sea (Australia) tempat mereka bertelur, sebelum berubah menjadi "belut kaca" yang tembus pandang.
Setelah itu, mereka berubah bentuk menjadi "belut" yang lebih gelap pada usia sekitar satu tahun saat kembali ke air tawar. Di tempat tersebut, belut menjadi dewasa dan hidup di sungai, danau, dan bendungan.
Ketika saatnya tiba, mereka melakukan transformasi terakhir mereka menjadi makhluk yang ramping, ganas. Mereka, yang dikenal sebagai belut perak, amat gemar bermigrasi.
Mata mereka tumbuh lebih besar. Kepala mereka menjadi runcing dan ramping.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!