Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Megawati hingga Menteri PPPA Jadi Perempuan Inspiratif Cegah Stunting

📅 Rabu, 19 Jul 2023, 11:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Megawati hingga Menteri PPPA Jadi Perempuan Inspiratif Cegah Stunting Doc: ANTARA/HO-BKKBN
Ket. Kepala BKKBN Hasto Wardoyo (kiri) menemani Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri (tengah) ketika menerima penghargaan Perempuan Inspirator dan Penggerak Cegah Stunting di Studio Kompas di Jakarta pada Senin (17/7/2023) sore.

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan bahwa Presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga merupakan contoh perempuan inspiratif dalam pencegahan stunting.

"Ibu Megawati Soekarno Putri telah memberikan contoh kepada kita, sebelum ada Peraturan Presiden (Perpres) stunting, beliau mengatakan pada kita, makannya jangan mie-mie saja. Itu menjadi bahasa yang sangat simpel dan menjadi bahasa sehari-hari yang dipahami oleh kita semua," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di Jakarta, Rabu (19/7).

Dalam sambutannya di Studio Kompas, Senin (17/7) sore, Hasto menuturkan tokoh lain yang menjadi inspirator adalah Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Emi Nurjasmi, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, dan Hetty Andika Perkasa.

Seluruh tokoh perempuan itu, mendapatkan penghargaan sebagai Perempuan Inspirator dan Penggerak Cegah Stunting oleh Tribun Network, karena berkontribusi dalam menurunkan angka prevalensi stunting di Indonesia.

Salah satu kontribusi yang dinilai amat berarti adalah dibuatnya buku resep MPASI sederhana yang menggunakan pangan lokal buatan Megawati dan Menteri Bintang. Di dalamnya juga menekankan pentingnya penggunaan protein hewani sebagaimana arahan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Resep makanan ini sangat sederhana, makanannya dari bahan-bahan lokal dan ada di seluruh Indonesia. Peran ibu-ibu ini sungguh luar biasa, bergerak bersama-sama. Tentu pangan nasional menjadi harga hidup bangsa. Artinya, Bung Karno pernah mengatakan hidup mati kita itu tergantung pangan nasional," ucap Hasto.

Oleh karena itu, Hasto berharap seluruh rakyat Indonesia bisa merawat produk lokal keberlanjutan dari pangan lokal yang jadi bagian sangat penting dalam percepatan penurunan stunting.

Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam kesempatan itu menekankan jika keterlibatan perempuan dalam memberikan makanan bergizi untuk mencegah anak terkena stunting sangat penting.

Megawati mencontohkan sosok ibunya, Ibu Fatmawati. Ibu negara pertama yang kala itu meski sibuk ikut memperjuangkan kemerdekaan bangsa, tetap sigap merawat anak-anaknya dengan rajin memasak makanan bergizi.

"Stunting ini sangat perlu untuk diintrodusir bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama karena yang hamil itu perempuan. Bayangkan Pak Jokowi bilang 2023 masuk bonus demografi RI. Bonus itu beliau bilang tidak selalu akan terjadi tiap tahun," ujar Megawati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
DPR Minta Kepala BGN Baru F...
Nasional
Huntara di Langkahan roboh ...
Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.