5 Alasan Restorasi Lamun di Indonesia Layak Jadi Solusi Perubahan Iklim
📅 Selasa, 18 Jul 2023, 11:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: The Conversation/Shutterstock/Ethan Daniels
Husen Rifai, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kevin M. Lukman, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
Padang lamun merupakan suatu ekosistem perairan dangkal yang menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis tumbuhan laut berbunga serta beragam jenis ikan, kerang, penyu, kuda laut dan dugong.
Ekosistem ini terbukti secara saintifik mampu memberikan banyak manfaat yang sangat penting bagi kelangsungan kehidupan manusia dan berbagai makhluk laut, seperti menjernihkan perairan, mencegah sedimentasi, melindungi pantai dari gelombang ekstrem, hingga menjadi sarana rekreasi.
Sayangnya, meskipun menyediakan banyak manfaat, ekosistem lamun masih kalah populer dibandingkan ekosistem pesisir lainnya seperti hutan mangrove dan terumbu karang. Ekosistem lamun juga masih menjadi "anak tiri" dalam penelitian dan strategi perlindungan ekosistem di tingkat global.
Di Indonesia, masih belum ada program tingkat nasional yang khusus melindungi ekosistem lamun. Kenyataan ini sangat menyedihkan mengingat Indonesia adalah rumah terbesar ekosistem lamun dunia. Padahal, sejak 1960-an, luas tutupan lamun di Indonesia diperkirakan sudah berkurang hingga 30-40% akibat ekspansi budi daya perikanan dan pembangunan pesisir.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pemerintah semestinya memasukkan program restorasi lamun sebagai prioritas nasional. Melalui riset terbaru yang terbit di jurnal Ambio: A Journal of Environment and Society, saya bersama kolega dari dalam dan luar negeri memaparkan lima alasan mengapa pemulihan ekosistem lamun di Indonesia layak menjadi solusi berbasis alam untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan persoalan lingkungan lainnya.
1. Memberdayakan dan menyadarkan warga sekitar
Pelaksanaan program restorasi lamun di tingkat nasional dapat memicu peningkatan kesadaran masyarakat, terutama warga setempat seputar pentingnya ekosistem lamun bagi kehidupan manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kesadaran masyarakat adalah faktor yang vital bagi keberhasilan perlindungan dan restorasi lamun. Riset terbaru saya menggarisbawahi kurangnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat lamun sebagai salah satu ancaman terbesar konservasi ekosistem ini.
Di Kepulauan Karimunjawa, misalnya, riset kami menemukan warga setempat masih kurang mengetahui peran lamun dalam menjaga kualitas perairan, penyerap karbon, penjaga abrasi, dan habitat bagi makhluk pesisir.
Akhirnya, lamun dianggap sebagai ekosistem yang 'boleh'' dirambah ataupun dicemari. Per 2019, ada sekitar 30-59% dari total ekosistem lamun 30-59% yang berstatus rusak atau kurang sehat .
Implementasi program restorasi yang melibatkan masyarakat lokal kami yakini dapat merubah keadaan ini. Warga yang telah mendapat sosialisasi dan menyadari pentingnya jasa ekosistem lamun akan termotivasi untuk bahu-membahu melindungi lamun dan berpartisipasi memulihkannya sehingga mereka berpeluang mendapatkan manfaat lingkungan maupun ekonomi dari aktivitas ini.
Kebijakan restorasi di tingkat nasional juga dapat memantik perhatian global terhadap lamun Indonesia. Hal ini terjadi pada kebijakan pemulihan mangrove nasional yang dimulai sejak 2019. Pada akhirnya, perhatian ini dapat membuahkan strategi perlindungan yang lebih kuat serta anggaran yang lebih besar.
2. Meredam dan mengatasi dampak perubahan iklim
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!