Jokowi: Fokus Bekerja Agar RI Terhindar Dari Situasi Buruk
📅 Senin, 17 Jul 2023, 00:07 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Kita (harga) naik BBM 10 persen, 20 persen, demonya tiga bulan. Ini naiknya 700 persen bayangkan, setiap hari demo enggak ada habisnya berapa tahun," katanya.
Pengamat politik sekaligus Wakil Rektor Tiga, Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Surokim Abdussalam, mengatakan, pernyataan Jokowi tersebut tepat karena perubahan situasi global maupun dalam negeri dapat berlangsung cepat, dan mengandung ketidakpastian sehingga pemerintah perlu memastikan stabilitas nasional demi kelangsungan pembangunan yang berkelanjutan.
"Sebab pascapandemi dan situasi internasional juga sedang tidak baik baik saja karena perang Russia-Ukraina juga tak kunjung selesai sehingga memengaruhi kondisi makro global. Memang perubahan sekarang berlangsung sangat cepat dengan tingkat uncertainty dan volatilnya tinggi sehingga variabel pengaruh dalam pertumbuhan ekonomi cenderung kian kompleks," kata Surokim.
Dirasakan Manfaatnya
Sebaiknya Anda baca juga:
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Awan Santosa menegaskan bahwa Presiden memang harus fokus mengeksekusi program programnya agar benar benar dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.
Hal itu kata Awan, merupakan bentuk pengabdian sebagai Kepala Negara. "Selagi masih menjadi Presiden memang harus fokus jalankan amanah," tegas Awan ketika dihubungi, Minggu (16/7)
Ia mengatakan, jika pemerintah tidak fokus, dampaknya sulit dirasakan. "Jika tidak maka program program ekonomi akan terganggu dan kesejahteraan rakyat akan terkena imbasnya," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Adapun program yang bakal terganggu apabila pemerintah tidak fokus ialah stabilisasi harga, menjaga daya beli masyarakat, penciptaan lapangan kerja, melalui pemberdayaan koperasi dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Pengamat ekonomi dari STIE YKP Yogyakarta, Aditya Hera Nurmoko mengatakan sesi akhir kepemimpinan Jokowi jangan sampai terganggu oleh transisi kepemimpinan, sehingga stabilitas politik menjadi harga mati.
"Presiden harus memastikan bahwa peluang menjadi negara maju, dengan GDP urutan ke 16 dan PPP urutan ke sepuluh terbesar didunia, bisa berlanjut di era transisi dan di kepemimpinan selanjutnya," papar Aditya.
Yang harus digarisbawahi, Presiden Jokowi cukup serius mengatasi tantangan yang dihadapi oleh Indonesia dengan fokus pada upaya pada pembangunan industri hilir. Dan hal itu tidak boleh terganggu oleh transisi politik maupun gejolak geopolitik dunia.
"Penting bagi semua elit politik untuk dewasa dan memiliki sifat kenegarawanan sehingga Indonesia tetap bisa tumbuh di tengah segala tantangan dunia yang begitu kompleks," kata Aditya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!