Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penguatan Kerja Sama, Uni Eropa Dorong Peningkatan Hubungan Perdagangan dengan Asean

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 00:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penguatan Kerja Sama, Uni Eropa Dorong Peningkatan Hubungan Perdagangan dengan Asean Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat
Ket. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berjabat tangan dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa yang juga Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell (kiri) saat akan melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Kamis (13/7/2023).

Jakarta - Penguatan kerja sama. Uni Eropa (EU) mendorong upaya untuk mengeksplorasi area kerja sama baru guna meningkatkan hubungan perdagangan dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean).

"Kami akan terus menantikan kelanjutan upaya yang memungkinkan para pemimpin kita melakukan pertemuan guna mengeksplorasi area kerja sama baru," kata Perwakilan Tinggi/Wakil Presiden Komisi Eropa Josep Borrell di Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean dengan UE di Jakarta, Kamis.

Borrell mengatakan bahwa Asean dan Uni Eropa merupakan organisasi integrasi regional yang paling maju di dunia.

Kesamaan tersebut, kata dia, memungkinkan kedua belah pihak untuk menyadari sulitnya tantangan yang dihadapi untuk mengubah visi masyarakat di kawasan menjadi hasil yang dapat dirasakan manfaatnya bagi mereka.

Kesamaan tersebut, serta pelajaran yang diperoleh dari dua tahun kemitraan strategis Asean-UE, membuka kemungkinan untuk melakukan kerja sama lebih jauh dan lebih produktif, menurut dia.

"Saya kira ini menunjukkan keberhasilan yang dicapai melalui Kemitraan Strategis, Kerja Sama Transportasi Udara Komprehensif Rencana Aksi (EU-Asean) bersama kita dan KTT Peringatan yang digelar di Brussels," ujarnya.

Borrell menantikan kerja sama lebih lanjut guna meningkatkan hubungan perdagangan dan pembangunan di kedua kawasan

"Ya, kita harus mendorong upaya untuk hubungan perdagangan dan pembangunan kita lebih dalam," katanya.

Meski optimistis dengan hubungan kemitraan yang lebih erat, Borrell menyampaikan isu yang masih menjadi perhatian Uni Eropa. Isu tersebut terkait dengan potensi Myanmar untuk berperan sebagai koordinator Asean untuk hubungannya dengan Uni Eropa.

"Kami tidak mengakui junta militer," kata Borrell.

Untuk itu, ia mengutarakan harapannya agar Asean dapat mencari solusi untuk mengatasi isu tersebut.

Rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri Asean (AMM) ke-56 diikuti oleh hampir seluruh anggota Asean dan Timor Leste.

Sementara itu, Myanmar yang masih belum dapat menyelesaikan krisis politik di negaranya kembali absen dalam pertemuan Asean karena tidak mengirimkan perwakilan nonpolitik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.