Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Curah Hujan Tinggi di Sumbar, BMKG Ungkap Penyebabnya

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 10:49 WIB | Oleh: Tim Penulis
Curah Hujan Tinggi di Sumbar, BMKG Ungkap Penyebabnya Doc: ANTARA/HO-Rumainur
Ket. Banjir di Nanggalo, Padang sedalam 60 cm pada Jumat (14/7/2023).

PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Minangkabau Padang Pariaman menjelaskan penyebab tingginya intensitas curah hujan yang terjadi sejak Kamis malam (13/7) hingga Jumat pagi yang terjadi di wilayah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

"Hujan yang terjadi lebih disebabkan pola gangguan yang dinamakan konvergensi yang memanjang dari Kepulauan Mentawai ke arah Kepulauan Natuna," kata Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Minangkabau Yudha Nugraha di Padang, Jumat (14/7).

Yudha menjelaskan konvergensi yang dimaksud ialah daerah pertemuan arus udara yang datang dari arah Samudera Hindia (arah utara dan selatan) yang kemudian berkumpul dan memanjang dari Kepulauan Mentawai hingga ke Kepulauan Natuna.

"Jadi, itu yang menyebabkan hujan terjadi di Sumatera bagian tengah," jelas dia.

Yudha mengatakan pola gangguan tersebut memiliki skala yang besar dan disertai durasi yang cukup panjang sehingga mengakibatkan intensitas hujan tergolong tinggi di Provinsi Sumbar.

Jika melihat data yang dihimpun, BMKG memperkirakan pola atau puncak curah hujan tersebut diperkirakan terjadi pada hari ini. Akan tetapi, selama dua hingga tiga hari ke depan hujan diperkirakan masih terjadi namun intensitasnya sudah menurun.

Untuk Kota Padang intensitas curah hujan kategori sedang diperkirakan masih akan terus terjadi hingga Jumat pagi pukul 10.00 WIB. Namun, secara umum kumpulan awan yang berada di atas pesisir Sumbar sudah mulai berkurang.

Sementara itu, salah seorang warga Maransi Indah, Dadok Tunggul Hitam, Kota Padang,Doli mengatakan hujan deras sudah mengguyur daerah itu sejak Kamis malam. Bahkan, di beberapa titik saat ini ketinggian air sudah mencapai sekitar satu meter.

Selain itu, sambung dia, arus listrik di sekitar Maransi Indah, Dadok Tunggul Hitam juga padam sejak pukul 07.00 WIB. Warga berharap pemerintah segera melakukan langkah-langkah penyelamatan terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.