Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahan Bakar Hidrogen dari Air, Bagaimana Keunggulan dan Kelemahannya?

📅 Jumat, 14 Jul 2023, 13:30 WIB | Oleh: Tim Penulis

Salah satu teknologi kendaraan hidrogen yang sedang berkembang adalah kendaraan berbasis sel tunam. Dalam sel tunam, hidrogen bereaksi dengan oksigen menghasilkan energi listrik dan air sebagai produk samping. Sel tunam jenis membran penukar proton (PEM), misalnya, mampu memproduksi listrik sebesar 14 kilowatt jam per kilogram hidrogen.

Teknologi ini telah diterapkan pada mobil keluaran Toyota, Toyota Mirai. Sedan tersebut dikabarkan memecahkan rekor menggunakan 0,55 kg hidrogen untuk melaju sejauh 100 km.

Indonesia juga sedang mengembangkan mobil hidrogen skala riset karya anak bangsa. Tim peneliti mobil hidrogen Antasena Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mengenalkan prototipe mobil berbasis PEM dengan efisiensi 55,9%.

Selain sel tunam, pemanfaatan hidrogen melalui pembakaran langsung menggunakan mesin pembakaran hidrogen internal juga telah dikembangkan. Perusahaan otomotif terkemuka dunia, BMW, memproduksi mobil BMW Hydrogen 7 yang dapat beroperasi menggunakan hidrogen sebagai bahan bakar dengan efisiensi maksimum 42%.

Teknologi pemanfaatan hidrogen untuk kendaraan juga dapat dilakukan melalui pencampuran hidrogen dengan bahan bakar diesel. Peneliti dari University of New South Wales menemukan bahwa mencampur hidrogen dengan bahan bakar diesel sebesar 20-90% pada mesin diesel silinder tunggal yang dimodifikasi mengurangi emisi karbon sebesar 85,9% dan meningkatkan efisiensi hingga 13,3%.

Tidak hanya kendaraan pribadi, pengembangan hidrogen juga telah menyentuh kendaraan dengan beban kerja besar seperti bus, kereta, truk dan kapal.
Perusahaan otomotif terkemuka asal Jerman, Mercedes-Benz, merilis Mercedes-Benz eCitaro yang dapat melaju sejauh 400 km dengan hanya satu kali pengisian bahan bakar.

Pada awal 2023, negara bagian New South Wales (NSW) di Australia melakukan lompatan dengan mengoperasikan bus berbahan bakar hidrogen sebagai transportasi umum.

Masa depan hidrogen di sektor transportasi

Meski sudah banyak dikembangkan, kelayakan kendaraan berbahan bakar hidrogen masih menjadi perdebatan hingga saat ini.

Beberapa pihak berpendapat bahwa kendaraan hidrogen tak mampu menyaingi keunggulan kendaraan listrik dalam hal efisiensi energi dan fleksibilitas.

Ada juga pihak lain yang meyakini komersialisasi kendaraan hidrogen hanya menunggu waktu untuk membangun infrastruktur serta mengembangkan teknologi melalui riset.

Terlepas dari perdebatan ini, kami menganggap baik kendaraan listrik maupun hidrogen memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri. Karena itu, kedua teknologi ini tidak seharusnya dipandang sebagai kompetitor satu sama lain.

Ada jenis transportasi yang lebih layak menggunakan hidrogen dan jenis lainnya yang lebih cocok berbasiskan baterai listrik. Misalnya, kendaraan pribadi seperti sedan kemungkinan akan lebih layak menggunakan baterai listrik sebab efisiensi energinya yang unggul dan beban kerja kendaraan pribadi yang relatif tidak terlalu besar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

BPS: Fenomena El Nino Ubah Pola Harga Pangan di Nabire

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPS: Fenomena El Nino Ubah ...
Daerah
Siapkan SDM Maritim Unggul,...
Luar Negeri
AS Konfirmasi Dua Orang Men...

Gonzalo Garcia Resmi Dikontrak Fulham dari Real Madrid

1.5 jam yang lalu | Bambang Wijanarko

Olahraga
Gonzalo Garcia Resmi Dikont...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.