Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Waspada! Badan Karantina Deteksi Dini Penyakit Antraks Sapi Madura

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 21:16 WIB | Oleh:
Waspada! Badan Karantina Deteksi Dini Penyakit Antraks Sapi Madura Doc: ANTARA/HO-Karantina Pertanian
Ket. Petugas Badan Karantina Pertanian Bangkalan mengawasi pemberangkatan sapi-sapi Madura yang hendak dikirim ke Pontianak setelah dikarantika di Badan Karantina Pertanian Bangkalan.

BANGKALAN - Badan Karantina Pertanian Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Bangkalan di Pulau Madura, Jawa Timur melakukan karantina pada 870 ekor sapi yang hendak dikirim ke Pontianak sebagai upaya deteksi dini kemungkinan adanya sapi yang terserang penyakit antraks, penyakit mulut dan kuku, serta lumpy skin disease(LSD).

Kepala Karantina Pertanian Bangkalan Agus Mugiyanto di Bangkalan, Selasa, menjelaskan tindakan itu dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya sapi yang terserang penyakit, mengingat jenis penyakit tersebut masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia.

"Jadi sebelum di-lalulintas-kan, sapi sebanyak 870 ekor dengan tujuan Pontianak ini kami karantina dulu dengan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk kelengkapan dokumen, serta pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan di laboratorium," kata Agus.

Ia menuturkan, sapi-sapi asal Madura yang hendak dikirim ke Pontianak sebanyak 870 itu senilai Rp15,6 miliar lebih.

"Pemilik semuanya telah memenuhi persyaratan berupa rekomendasi pengeluaran dari daerah asal ternak, rekomendasi pemasukan dari daerah tujuan, telah divaksin PMK, telah divaksin LSD (sudah 28 hari), hasil laboratorium negatif dari uji brucellosisis, serta sertifikat Kesehatan hewan dari Dinas Peternakan daerah asal," katanya.

Jadi, sambung Agus, seluruh ternak telah memenuhi persyaratan dan dinyatakan sehat, sehingga sertifikat kesehatan hewan (KH-11) dapat diterbitkan dan aman untuk dilalulintakan ke tempat tujuan.

"Sapi Madura ini ternyata semakin banyak diminati oleh daerah lain, sehingga jumlah sertifikasi di Karantina Pertanian Bangkalan juga meningkat. Kesadaran peternak terhadap peraturan karantina pertanian sangat baik, hal ini juga berkat dukungan dari Dinas Peternakan Pulau Madura yang mensosialisasikan kepada masyarakat tentang karantina pertanian," katanya.

Berdasarkan data IQFAST(Indonesia Quarantina Full Automation System)pada Idul Adha 1444H, tercatat pengeluaran ternak senilai 451 miliar yang terdiri dari 24.096 ekor sapi, 154 ekor kerbau, dan 7.284 ekor kambing yang berasal dari 4 kabupaten di pulau Madura.

Hal ini meningkat 11 kali apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 hanya senilai 39,8 miliar.

Pengiriman hewan qurban tercatat sebanyak 2.177 kali tersertifikasi melalui 5 wilayah kerja Jembatan Penyeberangan Suramadu, Pelabuhan Laut Telaga Biru, Pelabuhan Pelabuhan Laut Kalianget, Pelabuhan Laut Sapudi dan Pelabuhan Laut Kangean.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Jepang akan Menaikan Biaya Visa Lima Kali Lipat Mulai 1 Juli

26 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Jepang akan Menaikan Biaya ...
Rona
Batasan Mengonsumsi Kafein ...
Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.