Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pembangunan Pertanian di IKN Diterapkan dalam 3 Prinsip

📅 Selasa, 11 Jul 2023, 10:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pembangunan Pertanian di IKN Diterapkan dalam 3 Prinsip Doc: Humas Setkab/Agung
Ket. Presiden Jokowi di Menara Pandang, kawasan IKN, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (23/2/2023).

JAKARTA - Pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diterapkan dalam tiga dari delapan prinsip pembangunan IKN.

"Pembangunannya harus selaras dengan alam, sirkuler dan tangguh, serta rendah emisi karbon," kata Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN Myrna Safitri, dalam Simposium bertajuk "Memperkuat Ekosistem Pertanian Berkelanjutan untuk Mendukung Ketahanan Pangan IKN dan Kalimantan Timur (Kaltim)" yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa (11/7).


Myrna mengatakan tiga prinsip tersebut harus menjadi payung dari arah pelaksanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di IKN.

Dia menjelaskan maksud dari selaras dengan alam diwujudkan dengan menjadikan 65 persen atau sekitar 40 ribu hektare lahan di kawasan IKN sebagai kawasan yang dilindungi, dan menjadikan minimal 10 persen atau sekitar 25 ribu hektare lahan di kawasan tersebut sebagai area produksi pangan.

"Kami sendiri sudah mengidentifikasi area yang akan dijadikan sebagai area produksi pangan sekitar 25 ribu hektare," ujarnya


Kemudian, sambungnya, sirkuler dan tangguh berarti pelaksanaan pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di IKN, tidak boleh menimbulkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Oleh karena itu, sambungnya, pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di IKN harus memperhatikan efisiensi sumber daya lahan, dengan tidak menggunakan input yang mencemari lingkungan.

"Mari kita bangun pertanian yang zero waste," tutur doktor lulusan Universiteit Leiden, Belanda tersebut.

Selain itu, rendah emisi karbon. Dia menjelaskan dapat diupayakan dengan menerapkan sistem pertanian perkotaan (urban farming), dengan memaksimalkan area ruang terbuka hijau (RTH) di perkotaan.

"Di bawah payung pembangunan pertanian yang berkelanjutan, kita pastikan pembangunan pertanian di IKN selaras dengan alam, sirkuler, dan zero waste," kata Myrna Safitri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

22 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
Luar Negeri
Gempa Tibet Tewaskan 16 Ora...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.